IHSG Turun Lebih dari 1 Persen, Dibayangi Lonjakan Harga Minyak dan The Fed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Senin (14/9/2026), terseret pelemahan bursa Asia.
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Senin (14/9/2026), terseret pelemahan bursa Asia dan meningkatnya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dunia.
IHSG bahkan sempat merosot tajam 1,31 persen ke level 6.453 sebelum memangkas sebagian pelemahan.
Per pukul 09.44 WIB, IHSG berada di level 6.461, turun 1,21 persen.
Dengan demikian, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut telah melemah selama empat hari perdagangan berturut-turut dan mencatat koreksi 2,64 persen dalam sepekan terakhir.
Tekanan pasar terlihat cukup luas. Sebanyak 463 saham melemah, 173 saham menguat, sedangkan 327 saham lainnya stagnan.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,30 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 8,96 miliar saham.
Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang juga bergerak di zona merah.
Nikkei Jepang turun 0,76 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,29 persen, sementara KOSPI Korea Selatan anjlok 2,11 persen.
Di pasar valuta asing, rupiah juga ikut tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), berada di level Rp17.653 per USD.
MNC Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar saham tidak terlepas dari kembali menguatnya harga minyak mentah dunia yang kini berada dalam rentang USD102-107 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi setelah serangan terhadap Arab Saudi dan sebuah kapal di kawasan Teluk memicu kembali kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Tekanan juga datang dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Menurut MNC Sekuritas, probabilitas kenaikan fed funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen kini mencapai 86,7 persen.
Dari sisi sektoral, tekanan terbesar berasal dari IDX Basic Materials yang turun 2,59 persen, diikuti IDX Energy yang melemah 2,17 persen dan IDX Infrastructure yang terkoreksi 1,87 persen.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat IHSG. BUMI turun 2,83 persen, EMAS anjlok 12,29 persen, BBCA melemah 0,40 persen, TPIA turun 2,93 persen, sementara ANTM terkoreksi 2,75 persen. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.