IHSG Tertekan, Asing Diam-diam Akumulasi Saham Pilihan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah selama tiga hari perdagangan pada 9-13 Oktober 2026. Di tengah tekanan tersebut.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah selama tiga hari perdagangan pada 9-13 Oktober 2026. Di tengah tekanan tersebut, investor asing justru meningkatkan aksi beli bersih secara bertahap.
Berdasarkan riset Sinarmas Sekuritas, asing mencatatkan net buy Rp30,4 miliar pada 9 Oktober 2026.
Nilainya kemudian meningkat menjadi Rp142,7 miliar pada 12 Oktober dan melonjak menjadi Rp570,4 miliar pada 13 Oktober.
“Peningkatan net buy secara konsisten mengindikasikan mulai adanya minat beli asing di tengah tekanan pasar,” tulis Sinarmas Sekuritas dalam risetnya, Rabu (14/10/2026).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan IHSG tidak serta-merta membuat investor asing melepas seluruh saham. Sejumlah saham justru menjadi pilihan akumulasi asing sepanjang periode 9-13 Oktober 2026.
Berdasarkan data Sinarmas Sekuritas, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan net foreign flow terbesar, mencapai Rp108,7 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp72,4 miliar dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar Rp62,9 miliar.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga mencatat net buy asing sebesar Rp61,1 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp46,2 miliar.
Selain berdasarkan besarnya arus dana asing, Sinarmas Sekuritas juga menunjukkan sejumlah saham dengan tren teknikal bullish.
TINS, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berada dalam kategori tersebut.
TINS mencatat net foreign flow Rp72,4 miliar dengan pertumbuhan laba semester I-2026 sebesar 805 persen secara tahunan (YoY). ERAA mencatat net buy asing Rp38,6 miliar dengan pertumbuhan laba 38 persen.
Sementara itu, MEDC membukukan net foreign flow Rp37,7 miliar dan pertumbuhan laba 797 persen YoY.
Kemudian, MDKA mencatat net buy asing Rp21,1 miliar dengan pertumbuhan laba 743 persen.
Di sisi lain, beberapa saham dengan arus asing besar masih menunjukkan tren teknikal bearish.
ASII, ENRG, BRMS, TPIA, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berada dalam kategori tersebut.
Sinarmas Sekuritas menyarankan investor memperhatikan saham yang konsisten mencatatkan net buy asing serta keberlanjutan arus dana tersebut.
Konfirmasi teknikal juga diperlukan untuk menilai apakah akumulasi asing berpotensi menjadi katalis pemulihan pasar.
“Strategi buy on weakness jangka pendek dapat dipertimbangkan pada saham yang menunjukkan ketahanan harga dan konfirmasi teknikal,” tulis Sinarmas Sekuritas.
Investor tetap perlu menerapkan target profit dan stop loss secara disiplin mengingat volatilitas pasar masih tinggi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.