IHSG Menguat Sepekan, 10 Saham Ini Justru Paling Banyak Dijual Asing
nvestor asing mencatatkan net sell Rp2,54 triliun di pasar reguler sepanjang pekan perdagangan 5-9 Oktober 2026.
IDXChannel - Investor asing mencatatkan net sell Rp2,54 triliun di pasar reguler sepanjang pekan perdagangan 5-9 Oktober 2026, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat 0,94 persen.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama aksi jual asing, dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat net sell terbesar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), net sell asing di saham GOTO mencapai sekitar Rp663,17 miliar sepanjang pekan.
Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell sekitar Rp293,51 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp235,62 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp183,15 miliar.
Meski menjadi sasaran aksi jual asing, pergerakan sejumlah saham tersebut masih mampu bertahan di zona positif. Saham BMRI naik 0,25 persen dan BBRI menguat 0,65 persen dalam sepekan. Sementara saham BBCA terkoreksi 0,82 persen.
Aksi jual asing juga terlihat pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan nilai sekitar Rp170,27 miliar. Namun, saham TLKM justru menguat 3,11 persen sepanjang pekan.
Selanjutnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat net sell asing sekitar Rp122,98 miliar dan menjadi saham dengan kinerja negatif, turun 4,62 persen.
Tidak hanya nama-nama di atas, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat net sell Rp83,16 miliar, tetapi sahamnya naik 2,86 persen.
Saham lain yang masuk daftar net sell asing terbesar yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp74,03 miliar, PT Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) Rp71,92 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp62,70 miliar.
Di antara saham tersebut, PACK mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 14,02 persen, disusul AADI yang naik 2,16 persen dan BBNI 0,29 persen.
Di sisi lain, IHSG ditutup menguat ke level 6.093,76 pada perdagangan Jumat (9/10/2026), naik 1,04 persen setelah sempat menyentuh level 5.995.
Dari sisi sentimen, Phintraco Sekuritas menyebut penguatan IHSG antara lain ditopang technical rebound serta koreksi harga minyak.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa AS tengah berdiskusi dengan Iran dan tidak akan melakukan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan umum sela turut meredakan kekhawatiran pasar terkait konflik di Timur Tengah.
Trump juga menyatakan pengiriman ekspor minyak mentah dalam jumlah besar tengah melintasi Selat Hormuz, yang turut memberi sentimen terhadap pasar minyak dan aset berisiko.
Dari dalam negeri, data penjualan ritel Indonesia menunjukkan pertumbuhan 1,3 persen secara tahunan pada Agustus 2026, meningkat dari 1,1 persen pada Juli 2026. Sementara itu, rupiah menguat 0,21 persen ke level Rp17.884 per USD.
Secara teknikal, Phintraco menilai IHSG telah ditutup di atas MA3 dan mampu bertahan di atas level kritikal 6.000.
Histogram negatif MACD juga berlanjut menyempit. Namun, Stochastic RSI berpotensi membentuk death cross di area pivot.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.000-6.215 pada perdagangan pekan depan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.