IHSG Hari Ini Bakal Dipengaruhi Keputusan BI Rate, Perhatikan ANTM, ACES, BBNI, BUVA
IHSG hari ini, Rabu (21/10/2026), berpotensi melanjutkan penguatan. Salah satu sentiment yang bakal jadi perhatian investor yaitu keputusan BI Rate.
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (21/10/2026), berpotensi melanjutkan penguatan. Salah satu sentiment yang bakal jadi perhatian investor yaitu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait suku bunga acuan atau BI Rate.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat tajam 5,65 persen ke level 5.278,89 pada Selasa (20/10/2026), setelah sempat menyentuh 4.980,16 pada awal perdagangan. Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, penguatan ini mengindikasikan technical rebound setelah koreksi ekstrem dua sesi sebelumnya, didukung kenaikan pada mayoritas saham.
“Namun, investor asing masih mencatatkan net foreign sell Rp2,19 triliun, sehingga pemulihan belum sepenuhnya mencerminkan kembalinya kepercayaan investor,” kata Reza dalam risetnya, Rabu (21/10/2026).
Untuk perdagangan Rabu (21/10/2026), perhatian tertuju pada RDG Bank Indonesia dengan konsensus Bloomberg dari 34 ekonom memperkirakan BI Rate tetap di 5,75 persen. Namun, terdapat proyeksi kenaikan suku bunga ke 6 persen bahkan 6,25 persen untuk menjaga stabilitas rupiah yang berada di sekitar Rp18.000 per dolar AS.
“Di tengah tekanan arus modal asing dan ketidakpastian MSCI, keputusan BI akan menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah dan IHSG,” tuturnya.
Adapun inflasi September sebesar 3,28 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) masih berada dalam sasaran BI 1,5–3,5 persen.
Secara teknikal, Reza mengatakan IHSG memantul dari support Fibonacci sekitar 4.942, dengan target technical rebound terdekat di 5.318–5.400. Namun, MACD masih berada di zona negatif dengan momentum bearish, sehingga penguatan perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
“Support berada di 5.185; jika kembali ditembus, risiko koreksi ulang meningkat. Penembusan resistance diperlukan untuk memperkuat peluang pemulihan,” katanya.
Dengan proyeksi tersebut, Reza memiliki empat saham pilihan yaitu ANTM, ACES, BBNI, dan BUVA. Simak analisa sahamnya sebagai berikut:
ANTM
berpotensi melanjutkan rebound setelah menguat 10,48 persen ke Rp2.740 dengan lonjakan volume, setelah memantul dari area support Rp2.400–Rp2.530. Strategi buy on break Rp2.760 dengan target Rp2.863–Rp2.990.
ACES
Berpotensi melanjutkan rebound selama bertahan di area support Rp314–Rp321, setelah menguat 3,73 persen ke Rp334 dengan lonjakan volume dan MACD mulai membaik. Strategi buy on weakness dapat dipertimbangkan di area 320-330, dengan target resistance Rp340–Rp355.
BBNI
Berpotensi melanjutkan rebound setelah menguat 8,78 persen ke Rp3.220 dari area support Rp2.865–Rp3.000, didukung lonjakan volume. Strategi buy dapat dilakukan dengan target resistance Rp3.310–Rp3.440. Namun, MACD masih bearish sehingga momentum pemulihan perlu dikonfirmasi.
BUVA
BUVA masih dalam tren bearish setelah breakdown support Rp550 dan ditutup di 346 (-6,99 persen). MACD menunjukkan momentum pelemahan yang menguat, sehingga disarankan sell atau hindari terlebih dahulu. Support berikutnya berada di Rp262.
(Febrina Ratna Iskana)