MARKET NEWS

IHSG di Posisi Rawan, Analis Waspadai Pola Head & Shoulders

TIM RISET IDX CHANNEL 22/09/2026 10:08 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam posisi rawan setelah kembali bergerak di bawah level support 6.377.

IHSG di Posisi Rawan, Analis Waspadai Pola Head & Shoulders. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam posisi rawan setelah kembali bergerak di bawah level support 6.377. Analis melihat risiko koreksi lanjutan jika indeks gagal kembali menembus level tersebut.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (22/9/2026) pukul 09.58 WIB, IHSG melemah 0,60 persen ke level 6.346,49. Sebanyak 455 saham turun, 188 saham naik, dan 320 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat Rp4,02 triliun dengan volume perdagangan mencapai 10,09 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, IHSG telah melemah 2,90 persen dan hanya mencatat penguatan sekali sejak 9 September 2026.

Tekanan juga datang dari investor asing. Berdasarkan data terakhir per Senin (21/9), investor asing membukukan net sell Rp3,08 triliun di pasar reguler dalam sepekan terakhir.

Di tengah tekanan tersebut, Maybank Sekuritas Indonesia melihat IHSG berada pada area krusial.

Dalam skenario bearish, analis Maybank Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi membentuk pola head and shoulders dengan target penurunan hingga level 6.059.

Level 6.377 menjadi titik penting dalam skenario tersebut. Maybank mencatat support IHSG berada di 6.377 dan 6.186, sedangkan resistance berada di 6.585 dan 6.712.

Dalam base case, IHSG diperkirakan terkoreksi dan menguji support 6.377. Namun, jika level tersebut bertahan, IHSG masih berpeluang melakukan rebound menuju 6.585-6.712.

Sebaliknya, apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.377, Maybank Sekuritas melihat potensi terbentuknya pola head and shoulders yang dapat membawa indeks menuju 6.059 dalam jangka pendek.

Dengan posisi IHSG pagi ini di 6.346,49, indeks telah berada di bawah level 6.377 yang menjadi perhatian Maybank.

Meski demikian, pola teknikal tersebut merupakan skenario analisis dan bukan kepastian arah pergerakan indeks.

Dari sisi sentimen, pasar pekan ini juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22–23 September 2026.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, perhatian investor terutama tertuju pada respons BI terhadap tekanan rupiah dan kenaikan yield global.

Ekspektasi pasar masih mengarah pada keputusan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen, sembari mengoptimalkan intervensi valuta asing.

Selain kebijakan BI, investor akan mencermati pergerakan harga minyak, perkembangan konflik Timur Tengah, kebijakan China, serta pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan global dan pasar komoditas. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE