MARKET NEWS

IHSG Berpotensi Lanjut Rebound, Sinyal Teknikal Mulai Membaik

Rahmat Fiansyah 22/10/2026 06:00 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan (rebound) pada perdagangan Kamis (22/10/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan (rebound) pada perdagangan Kamis (22/10/2026). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan (rebound) pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Secara teknikal, IHSG mulai membaik sehingga berpeluang mendukung kenaikan lebih lanjut usai tertekan akibat sentimen MSCI.

"IHSG berpotensi melanjutkan rebound untuk menguji resistance di level 5.400-5.490, seiring dengan Indikator Stochastic RSI membentuk golden cross serta MACD menunjukkan penyempitan histogram negatif," kata Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

IHSG sebelumnya ditutup menguat 0,94 persen ke level 5.328,36 pada perdagangan Rabu (21/10/2026). Sebelumnya, indeks sempat melemah hingga menyentuh level 5.185,36 sebelum berbalik arah dan mengakhiri perdagangan di zona hijau.

Dari sisi sektoral, penguatan terbesar terjadi pada sektor kesehatan (health) yang naik 3,35 persen. Sektor infrastruktur (infrastructure) menyusul dengan kenaikan 1,47 persen, diikuti sektor barang konsumen primer (non-cyclical) sebesar 1,44 persen dan barang konsumen nonprimer (cyclical) sebesar 1,05 persen.

Namun, tidak seluruh sektor bergerak positif. Sektor teknologi melemah 0,90 persen, sektor industri turun 0,59 persen, sedangkan sektor transportasi terkoreksi 0,30 persen.

Dari sisi makroekonomi, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75 persen. BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00 persen serta menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) untuk mendorong likuiditas perbankan.

Phintraco Sekuritas menilai kombinasi sinyal teknikal tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan rebound dan menguji area 5.400. Kendati demikian, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan sentimen pasar dan pergerakan indeks untuk mengonfirmasi keberlanjutan penguatan.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE