HPM Nikel Dipangkas, Intip Dampaknya untuk MBMA, NCKL hingga INCO
Revisi harga patokan mineral (HPM) nikel dinilai membawa perubahan penting bagi emiten pertambangan logam.
IDXChannel – Revisi harga patokan mineral (HPM) nikel dinilai membawa perubahan penting bagi emiten pertambangan logam.
Penurunan HPM untuk bijih low-grade limonite dinilai membuat harga acuan pemerintah semakin mendekati harga pasar, sekaligus mengurangi ketidakpastian terkait pricing dan royalti.
BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Kamis (17/9/2026), mencatat HPM untuk low-grade limonite dengan kadar nikel hingga 1,2 persen mengalami penurunan signifikan.
Pada kadar 1,2 persen nikel, HPM turun 45 persen menjadi USD23,7 per wet metric ton (wmt).
Perubahan ini terutama berdampak pada emiten yang memiliki eksposur terhadap limonite dan pengolahan high pressure acid leach (HPAL), yakni PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Menurut BRI Danareksa, revisi tersebut membuat HPM lebih mencerminkan kondisi pasar aktual.
Dengan demikian, risiko ketidaksesuaian antara harga acuan pemerintah dan harga transaksi dapat berkurang, sehingga kepastian pricing dan royalti meningkat.
Bagi perusahaan yang terintegrasi hingga bisnis downstream HPAL, harga bijih yang lebih rendah juga berpotensi memberikan manfaat di sisi pengolahan.
Namun, besarnya dampak akan bergantung pada harga pasar aktual dan struktur biaya masing-masing perusahaan.
BRI Danareksa menilai MBMA, NCKL, dan INCO menjadi emiten yang paling relevan diperhatikan setelah perubahan HPM karena memiliki eksposur terhadap limonite dan HPAL.
Secara sektoral, BRI Danareksa mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor pertambangan logam. BRI Danareksa juga memiliki pandangan taktis overweight terhadap INCO dan MBMA relatif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dari sisi valuasi, sekuritas tersebut menetapkan target harga ANTM sebesar Rp4.400 dengan P/E 11,0 kali.
Target harga INCO berada di Rp8.000 dengan P/E 11,6 kali, NCKL Rp1.300 dengan P/E 5,3 kali, dan MBMA Rp880 dengan P/E 18,0 kali. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.