MARKET NEWS

Hari Pertama Short Selling: Satu Saham Ditransaksikan, Dua Anggota Bursa Antre Izin

Rohman Wibowo 01/10/2026 16:39 WIB

Pada hari perdana peluncurannya, dinamika transaksi terpantau masih bergerak hati-hati seiring penyesuaian teknis yang dilakukan kalangan pelaku pasar.

Hari Pertama Short Selling: Satu Saham Ditransaksikan, Dua Anggota Bursa Antre Izin. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Hari perdana pemberlakuan transaksi saham dengan skema short selling oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) per hari ini, Kamis (1/10/2026) mencatat aktivitas perdagangan baru berlangsung pada satu saham dari lima efek yang diizinkan.

Di saat bersamaan, regulator pasar modal tengah memproses perizinan dua Anggota Bursa (AB) tambahan untuk memperluas jangkauan layanan transaksi lindung nilai tersebut.

BEI resmi mengaktifkan kembali fasilitas perdagangan saham dengan skema short selling secara terbatas untuk memperkaya pilihan strategi investasi pemodal. Pada hari perdana peluncurannya, dinamika transaksi terpantau masih bergerak hati-hati seiring penyesuaian teknis yang dilakukan kalangan pelaku pasar.

"Dari pantauan kami terhadap lima saham yang masuk daftar short selling, tadi baru ada satu saham yang ditransaksikan. Di sisi perantara pedagang efek, ada dua lagi yang di dalam pipeline kami yang sedang diproses menjadi Anggota Bursa short selling," kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pada tahap rintisan ini, kata Jeffrey, BEI hanya mengizinkan transaksi short selling pada lima saham berkapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Fasilitas ini baru disediakan oleh dua AB perintis berizin, yaitu PT Semesta Indovest Sekuritas dan PT Ajaib Sekuritas Asia, dengan catatan sekitar 50 investor telah resmi membuka rekening khusus transaksi tersebut.

Jeffrey menerangkan, kekhawatiran terhadap transaksi penjualan tanpa memiliki saham terlebih dahulu ini bakal menekan pergerakan indeks langsung diantisipasi otoritas bursa. Regulator memasang pagar pembatas fluktuasi harga yang ketat agar instrumen lindung nilai ini tidak memicu volatilitas berlebih pada saham-saham acuan.

"Terkait saham apa yang ditransaksikan tentu belum bisa kami sampaikan karena perdagangan sedang berjalan, tetapi intinya transaksi ini tidak menekan harga. Karena ada mekanisme manajemen risiko yang kita terapkan, saham-saham tersebut tidak mengalami penurunan tajam, bahkan pagi tadi sempat naik atau relatif tidak berubah sehingga secara umum berjalan lancar," ujar Jeffrey.

Kebijakan pengaktifan kembali short selling ini ditempuh BEI sebagai bagian dari pendalaman pasar modal nasional serta penyelarasan tata kelola perdagangan dengan standar bursa global. 

Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas pasar, membuka opsi pengelolaan risiko saat tren pasar melandai, dan memperkuat daya saing bursa domestik di mata penyedia indeks internasional.

Pemberlakuan transaksi secara terbatas ini difungsikan sebagai fase uji coba sistem hingga tutup tahun 2026 sebelum diperluas ke kelompok saham yang lebih banyak. Dalam masa transisi tersebut, otoritas bursa menyerahkan penetrasi nasabah secara organik kepada masing-masing perusahaan sekuritas yang telah berizin.

"Pemberlakuan short selling ini akan berlangsung sampai akhir tahun, sebelum nanti di awal tahun tentu dibuka secara lebih luas. Karena masih tahap awal, kami belum menetapkan target jumlah investor dan kegiatan pemasarannya kami serahkan kepada Anggota Bursa," kata Jeffrey.

(Dhera Arizona)

SHARE