MARKET NEWS

Harga Minyak Turun, Pasar Cermati Risiko Eskalasi Konflik Timur Tengah

Desi Angriani 02/10/2026 21:31 WIB

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Desember turun 2,7 persen menjadi USD99,69 per barel.

Harga Minyak Turun, Pasar Cermati Risiko Eskalasi Konflik Timur Tengah (Foto: dok The Star)

IDXChannel - Harga minyak mentah turun pada perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah investor menimbang risiko eskalasi konflik di Timur Tengah dengan tanda-tanda pemulihan aliran pasokan dari sejumlah wilayah produsen.

Melansir Investing, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Desember turun 2,7 persen menjadi USD99,69 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 3,5 persen menjadi USD89,64 per barel.

Kedua harga acuan itu sebelumnya melonjak pada perdagangan kemarin, masing-masing lebih dari USD4 untuk Brent dan USD2 untuk WTI.

Kenaikan ini terjadi setelah laporan Wall Street Journal menyebut Washington mempertimbangkan pengerahan kelompok kapal induk tambahan serta pasukan ke Timur Tengah. Rencana tersebut memicu kekhawatiran bahwa kembali pecahnya aksi militer terhadap Iran dapat mengganggu aliran minyak dari kawasan tersebut.

Presiden Donald Trump juga mengatakan kepada majalah Time bahwa aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran dapat kembali dilakukan setelah pemilu sela pada November. Trump juga menyatakan keraguan bahwa perdamaian dengan Teheran dapat tercapai.

Analis BMO Capital Markets menilai, potensi eskalasi konflik membuat pelaku pasar terus mencermati Selat Hormuz, yang sebagian besar terganggu sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Di tengah kekhawatiran ini, ekspor minyak dari kawasan Teluk mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Arab Saudi telah kembali mengoperasikan pipa minyak timur-barat serta melanjutkan pemuatan tanker dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Namun, pasar masih sensitif terhadap potensi gangguan lalu lintas tanker maupun infrastruktur energi di kawasan tersebut.

Tekanan pasokan juga datang dari pasar produk olahan minyak. Sejumlah laporan menyebutkan kilang-kilang minyak China menghentikan ekspor bahan bakar ke luar Hong Kong dan Makau selama Oktober.

Langkah ini bakal memperketat pasokan global produk olahan, termasuk diesel, bahan bakar jet, dan bensin.

(DESI ANGRIANI)

SHARE