Harga Minyak Turun Lebih dari 2 Persen, Ekspor Timur Tengah Mulai Pulih
Harga minyak turun lebih dari 2 persen pada Selasa (29/9/2026), tertekan tanda-tanda pemulihan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah.
IDXChannel – Harga minyak turun lebih dari 2 persen pada Selasa (29/9/2026), tertekan tanda-tanda pemulihan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah.
Namun, harga masih menuju kenaikan bulanan di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Kontrak berjangka (futures) minyak Brent ditutup turun 2,6 persen menjadi USD102,59 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 3,5 persen menjadi USD89,38 per barel.
Brent berpotensi membukukan kenaikan sekitar 13 persen sepanjang September, sedangkan WTI diperkirakan naik sekitar 4 persen.
"Kontrak minyak berada di bawah tekanan pagi ini setelah muncul kabar bahwa aliran minyak melalui pipa East-West Arab Saudi meningkat,” kata Senior Vice President of Trading BOK Financial Dennis Kissler, seperti dikutip Reuters.
Kissler melanjutkan, negosiasi AS-Iran juga terus berlangsung dan meskipun posisi kedua pihak tampak masih berjauhan, keduanya mencari jalan keluar.
“Semakin banyak minyak yang mengalir melalui Timur Tengah, semakin kecil daya tawar Iran," imbuh dia.
Arab Saudi kembali melakukan pemuatan minyak melalui kapal tanker dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah mengaktifkan kembali operasi pipa East-West.
Informasi tersebut berdasarkan sumber perdagangan dan data pelayaran, yang menunjukkan membaiknya prospek ekspor minyak dari Timur Tengah.
Ekspor minyak mentah dari negara-negara produsen di Timur Tengah juga meningkat pada September menjadi 16,328 juta barel per hari, tertinggi sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, berdasarkan data Kpler pada Senin (28/9).
Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak menawarkan apa pun kepada Iran untuk mengakhiri perang.
Pernyataan tersebut membantah laporan media yang mengutip pejabat AS bahwa Trump bersedia melonggarkan sanksi dan mencairkan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas langkah "konkret" terkait program nuklir Iran.
Di pasar produk olahan, kontrak berjangka diesel di Eropa sedikit melemah pada Selasa, sedangkan kontrak diesel AS naik 2,6 persen.
Gedung Putih mendesak Uni Eropa mengurangi persediaan darurat diesel sebagai upaya menekan harga global.
Sejumlah negara anggota Uni Eropa disebut belum mengeluarkan minyak dan produk olahan dari cadangan mereka sebanyak yang telah dijanjikan, menurut pemerintahan Trump.
Trump juga mempertimbangkan pelonggaran regulasi yang memungkinkan penjualan diesel dengan pewarna merah secara lebih luas sebagai bagian dari upaya menekan kenaikan harga.
Menurut dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, kebijakan itu dapat memungkinkan sebagian pembeli menghindari pajak bahan bakar federal.
Proposal tersebut muncul sebagai salah satu alternatif utama dari opsi pelarangan ekspor diesel.
Sementara itu, persediaan minyak mentah dan bensin AS diperkirakan turun pada pekan lalu, sedangkan stok produk sulingan kemungkinan tidak berubah, berdasarkan jajak pendapat awal Reuters pada Senin (28/9). (Aldo Fernando)