MARKET NEWS

Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen, Terimbas Aksi Ambil Untung

TIM RISET IDX CHANNEL 14/08/2026 06:54 WIB

Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada Kamis (13/8/2026), tertekan aksi ambil untung investor.

Harga Emas Turun Lebih dari 1 Persen, Terimbas Aksi Ambil Untung. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada Kamis (13/8/2026), tertekan aksi ambil untung investor setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam dua bulan.

Kenaikan harga emas terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai dengan ekspektasi, sehingga meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September.

Harga emas spot turun 1,30 persen menjadi USD4.351,27 per troy ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni 2026, yakni USD4.449,39 per troy ons.

"USD4.500 merupakan level resistance besar bagi emas. Kami telah menyentuh level tersebut dua kali dan harga emas kembali turun. Trader saat ini cenderung waspada ketika harga mendekati level USD4.500," ujar senior market strategist Stone, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.

Data Producer Price Index (PPI) AS pada Juli juga menjadi perhatian pasar. PPI tidak berubah pada Juli karena penurunan harga barang mengimbangi kenaikan biaya jasa.

Data tersebut mengindikasikan tekanan inflasi masih berpotensi bertahan.

Data PPI dirilis sehari setelah laporan Consumer Price Index (CPI) AS menunjukkan inflasi naik 3,4 persen dalam 12 bulan hingga Juli, melambat dari 3,5 persen pada Juni dan sesuai dengan ekspektasi ekonom.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September sebesar 35 persen, turun dari 40 persen sesaat setelah data PPI dirilis, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Para pembuat kebijakan The Fed diperkirakan tidak merasa perlu menaikkan suku bunga pada bulan depan setelah inflasi melandai selama dua bulan berturut-turut. Namun, Presiden Cleveland Fed Beth Hammack pada Rabu (12/8) kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga "saat ini".

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Emas mencatat kenaikan yang cukup solid sebesar 9 persen dalam sepekan, didorong pembelian dari China dan investor ritel. Kini terlihat aksi ambil untung di sekitar moving average 100 hari," kata analis independen Tai Wong.

Di pasar komoditas lainnya, harga minyak turun pada Kamis ketika investor mempertimbangkan prospek pelemahan permintaan global tahun ini di tengah gangguan pasokan.

Sementara itu, Bank of Korea tercatat memiliki kepemilikan senilai USD250 juta pada ETF emas yang terdaftar di bursa AS per akhir Juni, berdasarkan laporan kepada Securities and Exchange Commission (SEC). (Aldo Fernando)

SHARE