MARKET NEWS

Harga Emas Mendatar, Pasar Cerna Prospek Suku Bunga The Fed

TIM RISET IDX CHANNEL 06/10/2026 06:52 WIB

Tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil US Treasury diimbangi oleh berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Harga Emas Mendatar, Pasar Cerna Prospek Suku Bunga The Fed. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia bergerak stabil pada Senin (5/10/2026), setelah tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil US Treasury diimbangi oleh berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini.

Harga emas spot ditutup mendatar di level USD4.140,52 per troy ons.

“Kita bisa melihat penurunan harga emas dalam jangka pendek sebelum pembeli mulai masuk secara signifikan. Semuanya berkaitan dengan dolar yang terus menguat dan imbal hasil yang masih tinggi,” kata analis pasar di Forex.com, Fawad Razaqzada, seperti dikutip Reuters.

Indeks dolar AS menguat, membuat emas dan logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di dekat level tertinggi dalam hampir dua dekade.

“Dalam beberapa hari terakhir, data ekonomi AS yang dirilis sebagian besar berada di bawah ekspektasi. Hal itu membuat spekulasi mengenai kenaikan suku bunga berkurang,” ujar Razaqzada.

Ekspektasi bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneternya bulan ini menurun setelah pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih tajam dari perkiraan pada September.

Data juga menunjukkan angka nonfarm payrolls untuk dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah.

Pelaku pasar kini memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sebesar 22 persen, turun dari sekitar 70 persen pada pekan lalu.

Namun, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 84 persen, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi minat investor terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil, meski logam mulia tersebut juga dapat digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Investor kini menanti risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dijadwalkan terbit pekan ini.

Risalah tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga bulan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Konsultan logam mulia Metals Focus memperkirakan harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada 2027 seiring investor mencari alternatif terhadap aset tradisional berbasis dolar AS.

Metals Focus juga memperkirakan harga emas rata-rata mencapai USD5.330 per troy ons tahun depan. (Aldo Fernando)

SHARE