MARKET NEWS

Harga Emas Melemah saat Peluang The Fed Kerek Bunga Meningkat

TIM RISET IDX CHANNEL 22/09/2026 06:38 WIB

Harga emas turun pada perdagangan Senin (21/9/2026), tertekan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) masih akan hawkish.

Harga Emas Melemah saat Peluang The Fed Kerek Bunga Meningkat. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas turun pada perdagangan Senin (21/9/2026), tertekan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) masih akan memperketat kebijakan moneter tahun ini.

Sinyal hawkish dari sejumlah bank sentral utama lainnya turut memperkuat dolar AS.

Harga emas spot turun 0,80 persen menjadi USD4.343,54 per troy ons. Harga emas sempat anjlok lebih dari 1 persen ke level terendah sesi di USD4.322,19 per troy ons.

Dolar AS menguat terhadap enam mata uang utama, melanjutkan kenaikan setelah keputusan The Fed menaikkan suku bunga mendorong dolar menguat lebih dari 1 persen pada pekan lalu.

Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Kami melihat masih ada kekhawatiran di kalangan investor bullish terkait kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Kondisi tersebut telah mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi lebih dari dua bulan pada Jumat. Faktor-faktor bearish tersebut menekan logam mulia," kata analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff, seperti dikutip Reuters.

Pelaku pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 88 persen bahwa The Fed kembali menaikkan suku bunga pada Desember mendatang, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Namun, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi karena aset berbasis imbal hasil menjadi lebih menarik.

Perang AS-Israel dengan Iran telah mendorong kenaikan harga energi, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat sikap kebijakan moneter ketat bank-bank sentral.

Kondisi tersebut membuat harga emas telah turun 17 persen dari level tertingginya pada 27 Februari.

Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada Minggu bahwa inflasi masih terlalu tinggi di seluruh sektor ekonomi AS, bukan hanya berasal dari harga minyak.

Sementara itu, analis TD Securities memperkirakan pelemahan jangka pendek di pasar logam mulia akan terbatas pada aksi jual moderat oleh Commodity Trading Advisor (CTA).

Menurut mereka, pelemahan tersebut semakin berpotensi dipandang sebagai peluang untuk kembali membeli emas. (Aldo Fernando)

SHARE