MARKET NEWS

Harga CPO Naik 3 Persen, Ditopang Aksi Bargain Buying dan Data Ekspor

TIM RISET IDX CHANNEL 16/10/2026 15:12 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka naik pada perdagangan Jumat (16/10/2026), ditopang aksi bargain buying.

Harga CPO Naik 3 Persen, Ditopang Aksi Bargain Buying dan Data Ekspor. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka naik pada perdagangan Jumat (16/10/2026), ditopang aksi bargain buying dan kuatnya permintaan ekspor setelah surveyor kargo melaporkan peningkatan pengiriman pada paruh pertama Oktober.

Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 3,27 persen menjadi 4.770 ringgit per metrik ton pada pukul 14.44 WIB.

Dengan kenaikan tersebut, kontrak telah menguat 3,89 persen sepanjang pekan ini dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

“Kenaikan harga CPO berjangka hari ini didorong oleh aksi bargain buying. Selain itu, ekspor minyak sawit Malaysia yang lebih kuat pada paruh pertama Oktober turut menopang harga,” kata Kepala Riset broker minyak nabati Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, seperti dikutip Reuters.

Surveyor kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-15 Oktober melonjak antara 43,2 persen hingga 58,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pergerakan harga minyak sawit juga mendapat pengaruh dari minyak nabati lainnya.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,89 persen, sementara kontrak minyak sawit melemah 0,84 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga turun 0,19 persen.

Minyak sawit bergerak mengikuti harga minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.

Dari sisi valuta, ringgit yang menjadi mata uang perdagangan CPO melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.

Pelemahan tersebut membuat CPO sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Di pasar India, impor minyak sawit pada September melonjak ke level tertinggi dalam tujuh bulan. Kondisi tersebut terjadi ketika para pengolah minyak nabati berupaya menggantikan minyak bunga matahari dengan minyak sawit.

Sementara itu, Malaysia menurunkan harga referensi CPO untuk November dengan tetap mempertahankan bea ekspor sebesar 10 persen, berdasarkan surat edaran yang dipublikasikan di situs Malaysian Palm Oil Board pada Rabu.

Harga minyak mentah turun pada perdagangan Jumat, tetapi masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan.

Pergerakan tersebut dipengaruhi ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah serta penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat yang lebih besar dari perkiraan.

Namun, pelemahan harga minyak mentah membuat CPO relatif kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)

SHARE