MARKET NEWS

Harga CPO Melemah, Investor Tunggu Data Ekspor

TIM RISET IDX CHANNEL 15/10/2026 15:16 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026), mengakhiri reli selama tiga hari berturut-turut.

Harga CPO Melemah, Investor Tunggu Data Ekspor. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026), mengakhiri reli selama tiga hari berturut-turut.

Penurunan tersebut dipengaruhi pelemahan harga minyak nabati pesaing di pasar Dalian dan Chicago.

Sementara pelaku pasar menunggu data ekspor untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai permintaan.

Kontrak CPO acuan Desember di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,51 persen menjadi 4.628 ringgit per ton pada pukul 14.50 WIB.

“Kontrak berjangka minyak sawit mentah (FCPO) mengikuti pelemahan harga di pasar Dalian dan harga minyak kedelai di Chicago, sembari menunggu data ekspor,” ujar seorang trader berbasis di Kuala Lumpur, seperti dikutip Reuters.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 1,66 persen, sementara kontrak minyak sawit melemah 2,15 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,64 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.

Di sisi lain, harga minyak mentah turun lebih dari 1 persen pada Kamis.

Investor mempertimbangkan risiko gangguan pasokan akibat serangan terhadap pelayaran di Selat Hormuz, di tengah upaya Amerika Serikat (AS) menekan biaya pengiriman minyak dengan melonggarkan sanksi terhadap kapal.

Penurunan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Malaysia menurunkan harga referensi minyak sawit mentah untuk November, dengan mempertahankan bea ekspor sebesar 10 persen.

Ketentuan tersebut tercantum dalam surat edaran yang dimuat di situs Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada Rabu.

Sementara itu, ringgit, mata uang yang digunakan dalam perdagangan minyak sawit, menguat 0,02 persen terhadap dolar AS.

Penguatan tersebut membuat komoditas sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)

SHARE