MARKET NEWS

Fundamental Solid, BSI (BRIS) Kaji Rencana Buyback Saham 

Rahmat Fiansyah 20/10/2026 21:18 WIB

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) terus menjaga fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika pasar modal yang berfluktuasi.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) terus menjaga fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika pasar modal yang berfluktuasi. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) terus menjaga fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika pasar modal yang berfluktuasi. BSI pun mengkaji rencana untuk melakukan pembelian kembali saham (share buyback).

Pasar saham domestik dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan dinamika dan volatilitas yang meningkat. Kondisi tersebut turut menekan pergerakan saham sejumlah emiten berkapitalisasi besar dan memiliki kinerja fundamental solid, termasuk sektor perbankan. 

Pergerakan harga saham dalam situasi seperti ini perlu dicermati dengan mempertimbangkan kondisi pasar secara menyeluruh, di samping kinerja dan prospek fundamental masing-masing perusahaan. 

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengatakan, dalam rangka menjaga nilai bagi pemegang saham (shareholder value) serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap fundamental perseroan, BSI secara berkala mengevaluasi berbagai alternatif strategis untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. 

"Salah satu alternatif yang sedang dikaji adalah pembelian kembali saham perseroan atau share buyback. Apabila perseroan memutuskan untuk melaksanakan aksi korporasi tersebut, BSI akan menyampaikan informasi kepada regulator dan masyarakat sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).

Wisnu menekankan bahwa BSI senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan dengan tetap menjaga keberlanjutan keuangan, pertumbuhan bisnis, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kinerja perseroan hingga Agustus 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan positif, ditopang penguatan pendanaan, ekspansi pembiayaan yang berkualitas, serta peningkatan kontribusi pendapatan fee-based income. 

Hingga Agustus 2026, BSI membukukan laba sebesar Rp5,30 triliun, tumbuh 10,07 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp389 triliun atau tumbuh 17,71 persen YoY, dengan dana murah (Current Account and Savings Account/CASA) sebesar Rp246 triliun. 

Sementara itu, pembiayaan tumbuh 16,21 persen YoY menjadi Rp344 triliun, dengan kualitas pembiayaan (Non-Performing Financing/NPF) secara gross terjaga pada level 1,80 persen. Biaya dana juga terus membaik, tercermin dari cost of fund yang turun 37 basis poin secara tahunan menjadi 2,30 persen. Di sisi pendapatan, fee-based income meningkat 36,27 persen YoY menjadi Rp5,6 triliun. 

Kinerja tersebut mencerminkan ketahanan fundamental BSI sekaligus keberlanjutan pertumbuhan bisnis di tengah tantangan industri dan kondisi ekonomi yang dinamis. 

(Rahmat Fiansyah/ADV)

SHARE