Fokus Perkuat Bisnis Inti, Prodia (PRDA) Bidik Pertumbuhan Layanan Advanced
Perseroan akan fokus pada pengembangan sumber pertumbuhan baru, penguatan bisnis inti, serta peningkatan efisiensi dan optimalisasi operasional.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti strategi bisnis PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) dalam mengembangkan usaha di tengah dinamika industri kesehatan dan ketidakpastian ekonomi global.
Manajemen PRDA menyebut, perseroan akan fokus pada pengembangan sumber pertumbuhan baru, penguatan bisnis inti, serta peningkatan efisiensi dan optimalisasi operasional.
Pengembangan usaha ini diarahkan pada layanan diagnostik dan kesehatan yang lebih advanced dan terintegrasi, termasuk layanan precision health. Strategi tersebut antara lain dijalankan melalui Prodia Clinical Multiomics Centre (PCMC), Integrative Autoimmune & Allergy Clinics, serta Stemcell Clinic by Prodia.
Di sisi bisnis inti, PRDA terus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan, memperkuat product mix, mendorong efisiensi operasional, meningkatkan produktivitas aset, serta memperluas kemitraan strategis, termasuk dengan mitra internasional.
"Dalam mendukung pertumbuhan usaha, setiap keputusan investasi dan alokasi modal dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan nilai strategis, potensi pertumbuhan, kontribusi terhadap arus kas, serta penciptaan nilai jangka panjang," kata manajemen PRDA dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (1/10/2026).
Dari sisi likuiditas, kas dan setara kas PRDA per 30 Juni 2026 tercatat Rp542,73 miliar. Posisi tersebut turun Rp46,34 miliar atau 7,9 persen dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp589,08 miliar.
Manajemen menyebut, penurunan kas terutama disebabkan oleh peningkatan pembayaran kepada karyawan, pemasok dan pihak ketiga, perolehan aset tetap, serta penempatan pada aset keuangan lainnya.
Meski kas menurun, manajemen menilai kondisi likuiditas perseroan masih sangat sehat dan memiliki ketahanan finansial yang kuat, tercermin dari rasio likuiditas yang tinggi.
"Namun demikian, Perseroan terus berupaya mengoptimalkan penggunaan kas guna meningkatkan efisiensi modal kerja dan nilai tambah bagi pemegang saham," ujar manajemen.
Untuk menjaga kemampuan likuiditas secara berkelanjutan, PRDA melakukan sejumlah langkah yang berfokus pada efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja secara prudent.
Langkah tersebut mencakup optimalisasi penerimaan arus kas dari kegiatan operasional, pengendalian beban usaha, serta penerapan skala prioritas dalam belanja modal atau capital expenditure.
Adapun strategi tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja PRDA pada semester I-2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp77,6 miliar, meningkat 11,4 persen dibandingkan dengan Rp69,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba ditopang oleh pendapatan yang naik 8,5 persen menjadi Rp1,11 triliun dari Rp1,03 triliun pada semester I-2025.
Kenaikan pendapatan sejalan dengan pertumbuhan jumlah kunjungan atau visit sebesar 9,7 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh penjualan tes esoterik yang menjadi kontributor pendapatan terbesar PRDA pada periode tersebut.
(DESI ANGRIANI)