Ditopang Kinerja Panas Bumi, BREN Raih Laba USD132,82 Juta hingga Kuartal III
Capaian tersebut meningkat 24,6 persen dibandingkan USD106,55 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
IDXChannel - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD132,82 juta hingga kuartal III-2026.
Capaian tersebut meningkat 24,6 persen dibandingkan USD106,55 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba bersih ditopang oleh peningkatan laba operasional serta penurunan beban keuangan. Secara keseluruhan, pendapatan konsolidasian BREN mencapai USD501 juta, naik 9,5 persen dibandingkan USD457 juta pada periode yang sama tahun lalu.
"Perseroan dengan bangga melaporkan kinerja yang solid selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Portofolio panas bumi kami terus menghasilkan pembangkitan listrik yang stabil dan andal, sementara segmen angin tetap memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan," kata CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (30/10/2026).
Sejalan dengan itu, EBITDA perseroan meningkat 10,9 persen menjadi USD442 juta. Marjin EBITDA juga membaik menjadi 88,2 persen dari 87,1 persen pada sembilan bulan pertama 2025.
Sementara itu, laba bersih setelah pajak tercatat sebesar USD161 juta, meningkat 21,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hendra Soetjipto mengatakan, BREN mempertahankan kinerja pembangkitan listrik yang stabil di seluruh aset panas bumi serta melanjutkan sejumlah inisiatif peningkatan kapasitas pembangkit energi terbarukan.
Terbaru, BREN menyelesaikan proyek retrofit Darajat Unit 3 pada Oktober 2026. Proyek tersebut meningkatkan kapasitas pembangkit dari sebelumnya 122 megawatt (MW) menjadi 130,55 MW.
Dengan penambahan kapasitas tersebut, total kapasitas terpasang panas bumi BREN meningkat menjadi 935,55 MW, semakin mendekati target kapasitas panas bumi sebesar 1 gigawatt (GW). Sebelumnya, perseroan juga telah menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu pada awal 2026.
"Perseroan akan terus berfokus pada keunggulan operasional, pengembangan proyek-proyek ekspansi, serta penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tuturnya.
Per 30 September 2026, total aset BREN mencapai USD4,11 miliar, dengan jumlah ekuitas tercatat sebesar USD1,01 miliar. Rasio utang bersih terhadap ekuitas atau net debt-to-equity membaik menjadi 1,60 kali, dibandingkan 1,87 kali pada akhir 2025.
(DESI ANGRIANI)