MARKET NEWS

CIMB Dikabarkan Kaji Delisting BNGA, Sahamnya Menguat 16 Persen

TIM RISET IDX CHANNEL 21/10/2026 14:05 WIB

CIMB Group Holdings Bhd dikabarkan tengah meningkatkan upaya untuk mengeksplorasi potensi delisting PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dari Bursa Efek Indonesia.

CIMB Dikabarkan Kaji Delisting BNGA, Sahamnya Menguat 16 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - CIMB Group Holdings Bhd dikabarkan tengah meningkatkan upaya untuk mengeksplorasi potensi delisting PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). CIMB juga berencana berdiskusi dengan regulator terkait rencana tersebut.

Melansir dari Bernama, CIMB Investment Bank Bhd (CIMB IB) dalam risetnya pada Rabu (21/10/2026) menyebut langkah tersebut didorong oleh pandangan CIMB bahwa valuasi BNGA masih belum mencerminkan fundamentalnya.

CIMB juga tetap memiliki prospek jangka panjang yang positif terhadap Indonesia.

Menurut CIMB IB, BNGA memiliki sejumlah kekuatan yang menjadi alasan CIMB tetap optimistis terhadap bank tersebut, antara lain bisnis wealth management, perbankan korporasi, konektivitas ASEAN, mass affluent banking, serta perbankan syariah.

Untuk memenuhi ketentuan free float BNGA, CIMB sebelumnya mempertimbangkan beberapa opsi, mulai dari menempatkan saham kepada investor strategis pada valuasi yang sesuai, melakukan re-IPO, hingga melakukan privatisasi alias go private.

Namun, CIMB IB menilai re-IPO tampaknya sulit dilakukan dalam kondisi pasar Indonesia saat ini. Sementara itu, privatisasi dinilai menjadi opsi yang lebih strategis dan kredibel.

“CIMB mencatat terdapat berbagai opsi delisting yang tersedia, termasuk skema yang memungkinkan pemegang saham minoritas tetap memiliki kepemilikan setelah delisting, dengan mengacu pada pengaturan kepemilikan minoritas yang pernah diterapkan di CIMB Thai dan CIMB Bank Malaysia sebagai preseden,” kata CIMB IB.

CIMB juga tetap mempertimbangkan kemampuan BNGA untuk menyetorkan dividen kepada induk usaha sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan langkah strategis terhadap bank tersebut.

Dari sisi permodalan, CIMB menilai BNGA memiliki ruang untuk mengoptimalkan modal.

Rasio common equity tier 1 (CET1) BNGA mencapai 23 persen, sehingga terdapat potensi penurunan rasio menuju sekitar 20 persen, meski belum ada target resmi yang ditetapkan.

Sementara itu, MBSB Investment Bank Bhd memperkirakan CIMB saat ini menguasai 92,5 persen saham BNGA.

Dengan asumsi privatisasi dilakukan pada harga Rp1.550 per saham, nilai transaksi untuk membeli saham yang belum dimiliki CIMB diperkirakan mencapai Rp2,95 triliun atau sekitar 670 juta ringgit Malaysia.

Jika menggunakan premi 30 persen terhadap harga tersebut, nilai pembelian diperkirakan meningkat menjadi Rp3,84 triliun atau sekitar 871 juta ringgit Malaysia.

MBSB menilai CIMB kemungkinan akan mengakumulasi saham BNGA secara bertahap untuk menjaga penggunaan modal tetap efisien.

“Jadi, kami memperkirakan penurunan sebesar 18 basis poin hingga 23 basis poin dari rasio CET1 terbaru sebesar 13,9 persen. Namun, kami memperkirakan angkanya akan lebih mendekati batas bawah.

“Manajemen menegaskan bahwa prioritasnya adalah menggunakan modal sesedikit mungkin, sehingga diperkirakan akumulasi saham akan dilakukan secara oportunistis dan bertahap,” imbuh dia.

Di Bursa Malaysia, saham CIMB turun 2 sen menjadi 7,13 ringgit pada pukul 10.55 waktu setempat, dengan volume perdagangan mencapai 4,26 juta saham.

Sementara itu, saham BNGA di BEI menguat 16,45 persen menjadi Rp1.805 per unit pada pukul 13.56 WIB. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE