Chitose (CINT) Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2026, Sektor Pendidikan Jadi Peluang
PT Chitose Internasional Tbk (CINT) optimistis mencatatkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026, didukung permintaan furnitur pendidikan.
IDXChannel - PT Chitose Internasional Tbk (CINT) optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026, didukung peluang pertumbuhan permintaan furnitur pendidikan. Dorongan pemerintah terhadap pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia turut membuka kebutuhan yang lebih besar terhadap sarana dan prasarana pendidikan, baik di institusi negeri maupun swasta.
Seiring peluang tersebut, CINT terus memperkuat portofolio dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan serta tren pasar. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas pasar sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan.
Direktur PT Chitose Internasional Tbk, R. Nurwulan Kusumawati mengatakan, perseroan mencermati permintaan di sektor pendidikan terus menguat. Pemerintah mempercepat pemerataan pendidikan bermutu serta mulai meningkatnya permintaan pengadaan furnitur dari institusi-instutusi pendidikan swasta.
"Investasi berkelanjutan ini membuka peluang pertumbuhan bisnis CINT yang optimis untuk meraih pertumbuhan penjualan double digit, serta menjadi salah satu komitmen perseroan dalam berkontribusi untuk negeri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (24/9/2026).
Kinerja positif tersebut tercermin pada pencapaian keuangan perseroan. Sepanjang Januari-Juni 2026, CINT membukukan laba bersih senilai Rp11,4 miliar, melonjak 384 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp2,3 miliar. Kenaikan laba bersih ini juga diiringi dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 26 persen menjadi Rp259,21 miliar.
Kontribusi signifikan datang dari segmen pendidikan yang mencatatkan pendapatan sebelum eliminasi sebesar Rp121,7 miliar, naik 36 persen dari Rp89,5 miliar. Segmen perkantoran sebagai kontributor terbesar mencatatkan pendapatan sebelum eliminasi sebesar Rp179,4 miliar naik 69 persen dari Rp105,9 miliar.
Dengan adanya pertumbuhan pendapatan yang solid serta meningkatnya permintaan di segmen produk pendidikan, CINT optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan penjualan dua digit pada tahun fiskal 2026.
(Rahmat Fiansyah)