BUVA Gelar Rights Issue Rp1,54 Triliun, Segini Harga Teoritis Sahamnya
Penetapan tersebut dilakukan setelah harga saham BUVA pada akhir Cum di Pasar Reguler pada 13 Oktober 2026 berada di level Rp590 per saham.
IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan harga teoritis saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp520 per saham untuk perdagangan 14 Oktober 2026, seiring pelaksanaan rights issue perseroan.
Penetapan tersebut dilakukan setelah harga saham BUVA pada akhir Cum di Pasar Reguler pada 13 Oktober 2026 berada di level Rp590 per saham.
Dalam pengumuman BEI, Rabu (14/10/2026) harga teoritis BUVA untuk menjadi pedoman tawar-menawar serta penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Harga Saham Individual (IHSI) secara matematis sebesar Rp522 per saham.
Namun, harga teoretis yang dicantumkan di Jakarta Automated Trading System (JATS) untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada 14 Oktober 2026 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp520 per saham.
BEI juga menetapkan penyesuaian harga dasar saham BUVA untuk perhitungan IHSI menjadi 98.
Sebelumnya, BUVA mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue sebanyak 6.154.263.660 saham. Dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham, perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp1,54 triliun.
PT Nusantara Utama Investama (NUI) selaku pemegang saham utama sekaligus pengendali BUVA, yang memiliki 15.034.031.772 saham atau setara 61,07 persen dari modal ditempatkan dan disetor sebelum rights issue, akan memperoleh 3.758.507.943 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Dari total HMETD yang diperolehnya, NUI akan melaksanakan sebagian hak tersebut untuk membeli 3.474.507.943 saham baru. Sementara itu, sebanyak 284 juta HMETD akan dialihkan kepada PT Tata Tirta Datun (TTD).
Dalam pelaksanaan rights issue ini, Happy Hapsoro, Ferry Sudjono, TTD, dan PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang berkewajiban membeli sisa saham yang tidak terserap pemegang HMETD pada harga pelaksanaan Rp250 per saham.
(DESI ANGRIANI)