MARKET NEWS

Bursa Asia Menguat, Saham Teknologi Kembali Ditopang Sentimen AI

TIM RISET IDX CHANNEL 23/09/2026 08:58 WIB

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026), berupaya mencatatkan kenaikan dalam enam hari berturut-turut.

Bursa Asia Menguat, Saham Teknologi Kembali Ditopang Sentimen AI. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026), berupaya mencatatkan kenaikan dalam enam hari berturut-turut.

Penguatan ditopang saham teknologi seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI), sementara harga minyak melemah di tengah laporan bertambahnya pasokan dari Timur Tengah.

Reuters melaporkan, Arab Saudi telah kembali mengoperasikan East-West Pipeline dan kemungkinan telah melanjutkan ekspor dari pelabuhan Laut Merah, Yanbu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga mengklaim pembicaraan dengan Iran di New York telah menunjukkan kemajuan.

Namun, Trump kemudian mengancam akan "melenyapkan" Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan berpidato di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu. Pasar juga mencermati laporan bahwa Pezeshkian berpotensi menggelar pembicaraan dengan Trump.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent turun 0,1 persen menjadi USD99,18 per barel. Sementara minyak mentah AS melemah 0,4 persen menjadi USD90,14 per barel.

Dari Asia, Presiden China Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada Rabu.

Pasar berspekulasi gencatan tarif antara China dan AS dapat diperpanjang, dengan kedua negara juga berpotensi meningkatkan kerja sama di bidang AI.

Euforia baru terhadap AI mendorong saham Korea Selatan menguat 1,2 persen. Saham Samsung dan SK Hynix masing-masing naik lebih dari 2 persen.

Saham Taiwan juga menguat 0,9 persen dan mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,7 persen, memperpanjang penguatan menjadi enam sesi berturut-turut. Sementara itu, saham-saham unggulan China cenderung bergerak datar.

Pasar Jepang libur pada Rabu. Namun, kontrak berjangka Nikkei diperdagangkan di level 66.745, atau hampir 2.000 poin di atas posisi penutupan Nikkei pada Jumat lalu.

"Kami memperkirakan pembukaan kembali perdagangan di Jepang menguat pada Kamis, dengan penurunan harga minyak lebih lanjut, kondisi pasar suku bunga dan Treasury yang tenang, serta pasar tunai dan futures Nasdaq yang mencetak level tertinggi sepanjang masa," kata Head of Research Pepperstone Chris Weston.

"Saham-saham memori telah mengambil alih kepemimpinan, didukung oleh penguatan sektor semikonduktor yang kembali solid. Sektor ini telah mencatatkan kenaikan selama enam hari berturut-turut," imbuh dia.

Sektor perangkat keras data turut terdongkrak oleh tingginya adopsi konsumen terhadap agen AI Muse milik Meta.

Aplikasi tersebut berada di posisi teratas dalam daftar unduhan aplikasi di AS selama dua pekan terakhir.

Analis kini mencermati kinerja produk serupa dari Google Labs yang dikenal dengan nama CC dan bagaimana respons konsumen terhadap aplikasi tersebut.

Di Wall Street, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq bergerak stabil. Di Eropa, kontrak berjangka EUROSTOXX 50 dan DAX masing-masing naik 0,3 persen, sedangkan kontrak berjangka FTSE menguat 0,2 persen.

Penurunan harga minyak turut mendorong kontrak berjangka Treasury sedikit menguat, sehingga imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di bawah level 5 persen yang dianggap sebagai batas tekanan bagi pasar. (Aldo Fernando)

SHARE