Bursa Asia Menguat, Saham Chip Pimpin Kenaikan
Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), seiring saham sektor teknologi dan semikonduktor memimpin kenaikan.
IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (21/10/2026), seiring saham sektor teknologi dan semikonduktor memimpin kenaikan setelah prospek belanja kecerdasan buatan (AI) kembali menguat.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,72 persen pada pukul 08.58 WIB, bangkit dari level terendah dalam sebulan.
Kenaikan dipimpin saham-saham terkait AI setelah kinerja kuat produsen server Super Micro Computer memperkuat prospek belanja untuk teknologi AI.
Kinerja SpaceX milik Elon Musk yang kuat, didorong pertumbuhan bisnis AI dan internet satelit, turut menopang sentimen terhadap sektor tersebut.
Saham sektor keuangan juga menguat. Mitsubishi UFJ naik 1,6 persen, sementara Sumitomo Mitsui menguat 1,4 persen.
Di sisi lain, mengutip Trading Economics, data menunjukkan ekspor Jepang meningkat 16,7 persen pada September 2026. Namun, angka tersebut di bawah perkiraan 20,1 persen dan menjadi pertumbuhan paling lambat sejak April.
Meski demikian, ekspor Jepang mencatat pertumbuhan selama 13 bulan berturut-turut, didukung permintaan yang kuat terhadap semikonduktor dan produk terkait AI.
Sementara itu, saham Korea Selatan melonjak 4,72 persen pada Rabu, bangkit dari level penutupan terendah dalam enam bulan.
Kenaikan didorong saham produsen chip setelah data ekspor menunjukkan penguatan dan prospek permintaan yang lebih baik.
Pada Selasa (20/10), indeks Korea Selatan mencatat level penutupan terendah sejak 7 April.
Melansir dari Reuters, ekspor Korea Selatan lebih dari dua kali lipat dalam 20 hari pertama bulan ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut dipimpin penjualan chip yang mencetak rekor, didorong investasi AI global, berdasarkan data bea cukai.
Saham Super Micro Computer melonjak dalam perdagangan setelah penutupan pada Selasa setelah produsen server tersebut memproyeksikan pendapatan kuartalan dan margin laba yang jauh di atas ekspektasi Wall Street.
Prospek tersebut turut mengangkat saham-saham terkait AI lainnya.
"Pasar diperkirakan pulih dari kerugian pada sesi sebelumnya melalui technical rebound, seiring meredanya tekanan dari harga minyak dan imbal hasil obligasi, serta penguatan saham chip AS setelah kejutan kinerja Super Micro," kata analis Kiwoom Securities Han Ji-young.
Saham Samsung Electronics naik 5,08 persen, sedangkan saham SK Hynix menguat 6,13 persen.
Penguatan juga terjadi di bursa Asia lainnya. Hang Seng Hong Kong naik 0,23 persen, Shanghai Composite menguat 0,03 persen, dan STI Singapura naik 0,29 persen.
Sementara itu, ASX 200 Australia melemah 0,22 persen. (Aldo Fernando)