Bursa Asia Jatuh, Saham Teknologi Jadi Beban
Bursa saham Asia merosot pada perdagangan Jumat (30/10/2026), mengikuti tekanan Wall Street.
IDXChannel - Bursa saham Asia merosot pada perdagangan Jumat (30/10/2026), mengikuti tekanan Wall Street setelah investor kembali mengkhawatirkan tingginya belanja investasi terkait kecerdasan buatan (AI) serta prospek perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS).
Tekanan semakin kuat setelah sejumlah raksasa teknologi AS merilis kinerja dan prospek yang mengecewakan.
Dalam perdagangan setelah jam bursa, mengutip Trading Economics, Amazon jatuh sekitar 7 persen setelah mengungkapkan kenaikan tajam belanja modal.
Sementara itu, saham Intel merosot 23 persen setelah memberikan proyeksi kinerja kuartalan yang lebih lemah dari ekspektasi sekaligus menyoroti perlambatan pasar komputer pribadi (PC).
Kekhawatiran terhadap besarnya investasi AI tersebut turut menjalar ke pasar Asia dan menekan saham teknologi utama di Korea Selatan serta Jepang.
Samsung Electronics turun sekitar 4 persen, SK Hynix anjlok 7 persen, Kioxia Holdings merosot 9 persen, Advantest turun 8 persen, sedangkan SoftBank Group melemah 5 persen.
Indeks Kospi Korea Selatan menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan lebih dari 5 persen. Di Jepang, Nikkei 225 turun 2,67 persen.
Sementara itu, Shanghai Composite turun 1,01 persen dan Straits Times Index (STI) Singapura melemah 0,36 persen. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong menguat 1,08 persen dan S&P/ASX 200 Australia naik 0,56 persen.
Tekanan tersebut sebelumnya juga terlihat di Wall Street. Tiga indeks utama AS ditutup melemah pada Kamis (29/10/2026), ketika investor mengevaluasi kembali besarnya belanja AI perusahaan teknologi besar setelah mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan serta data inflasi terbaru.
Nasdaq Composite menjadi indeks dengan penurunan terbesar, yakni 1,37 persen ke 26.184,72. S&P 500 turun 0,30 persen menjadi 7.720,39, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 0,25 persen ke 52.342,56.
Saham-saham semikonduktor juga kehilangan momentum setelah mencatat kenaikan selama empat sesi beruntun. Indeks Philadelphia Semiconductor (SOX) turun 1,4 persen.
Investor kini mulai membedakan perusahaan yang mampu membiayai ambisi AI mereka dari perusahaan yang harus membakar kas atau menambah utang untuk mengejar investasi tersebut.
Alphabet menjadi salah satu saham yang terpukul.
Mengutip Reuters, saham induk Google tersebut anjlok 12,6 persen setelah laporan keuangannya menunjukkan pendapatan yang lebih rendah dari ekspektasi, di tengah peningkatan belanja terkait AI. Penurunan Alphabet turut menyeret sektor komunikasi.
Berbeda dengan saham teknologi berkapitalisasi besar, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 justru menguat 1 persen. (Aldo Fernando)