MARKET NEWS

BEI Bidik 35 Juta Investor dan Kapitalisasi Pasar Modal Rp30.000 Triliun hingga 2030

Iqbal Dwi Purnama 28/10/2026 15:20 WIB

BEI menargetkan kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp30.000 triliun dan jumlah investor menembus 35 juta pada 2030.

BEI Bidik 35 Juta Investor dan Kapitalisasi Pasar Modal Rp30.000 Triliun hingga 2030. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp30.000 triliun dan jumlah investor menembus 35 juta pada 2030. Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing pasar modal nasional di tingkat global.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, melalui Master Plan BEI 2026–2030, Bursa menetapkan visi untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing global.

BEI juga menargetkan masuk dalam jajaran 10 bursa terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar dan nilai transaksi.

"Melalui Master Plan 2026–2030, Bursa Efek Indonesia telah menetapkan visi jangka panjang untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing global,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI, Rabu (28/10/2026).

Selain kapitalisasi pasar dan jumlah investor, BEI menetapkan target jumlah perusahaan tercatat mencapai 1.100 perusahaan pada 2030. Bursa juga membidik nilai transaksi harian sebesar Rp31 triliun pada periode tersebut.

Untuk mencapai berbagai target tersebut, BEI menyiapkan strategi yang bertumpu pada empat pilar bisnis dengan dukungan lima enabler atau faktor pendukung pertumbuhan dan daya saing pasar modal.

Strategi tersebut dijabarkan ke dalam tiga kelompok inisiatif utama, yakni penguatan likuiditas dan akses pasar, peningkatan kapasitas pendanaan dan pembentukan modal, serta pengembangan produk dan infrastruktur baru.

Jeffrey menjelaskan, ketiga inisiatif itu diarahkan untuk meningkatkan kedalaman dan likuiditas pasar, memperluas sumber pendanaan bagi perusahaan, serta menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku pasar.

Untuk mendukung pencapaian target jangka panjang, BEI akan memprioritaskan penyelarasan produk dengan kebutuhan pasar, perluasan akses investor, serta penguatan infrastruktur, proses operasional, dan tata kelola.

Langkah tersebut menjadi bagian dari fase awal Fundamental Reinvention dalam Master Plan BEI 2026–2030.

Sepanjang 2026, BEI bersama Self-Regulatory Organizations (SRO), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pemangku kepentingan pasar modal, menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas pasar.

Upaya tersebut mencakup penguatan transparansi dan perlindungan investor, penyempurnaan mekanisme perdagangan, serta perluasan produk investasi.

BEI juga menyempurnakan metodologi High Shareholding Concentration, mengembangkan papan pemantauan khusus, memperketat ketentuan pencatatan saham, serta meluncurkan IDX Green Equity Designation. Program penandaan saham berbasis kriteria lingkungan tersebut telah diberikan kepada tiga perusahaan tercatat.

Di sisi perdagangan, BEI menyempurnakan program liquidity provider, menurunkan batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1, serta menyiapkan penerapan short selling secara bertahap.

Sementara itu, pengembangan produk investasi dilakukan melalui penerbitan ETF emas. Produk ini diharapkan dapat memperluas pilihan investasi masyarakat melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa dan berada dalam kerangka regulasi pasar modal.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, BEI berupaya memperkuat fondasi pasar modal nasional, memperluas partisipasi investor, dan meningkatkan daya saing bursa Indonesia guna mendukung pencapaian target pada 2030.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE