9 Saham Indonesia Bertahan di MSCI Global Standard Index, Cek Daftarnya
Dua saham yang dikeluarkan dari indeks tersebut yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
IDXChannel - Morgan Stanley Capital International (MSCI) memangkas jumlah konstituen Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes dari 11 menjadi sembilan saham pada review Agustus 2026.
Dua saham yang dikeluarkan dari indeks tersebut yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Dengan demikian, sembilan saham yang masih bertahan adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Meski dikeluarkan dari MSCI Global Standard Indexes, CPIN tidak sepenuhnya keluar dari keluarga indeks MSCI. Saham produsen pakan ternak dan unggas tersebut akan masuk ke MSCI Small Cap Indexes.
Sementara itu, GOTO tidak lagi tercatat dalam MSCI Global Standard Indexes setelah perubahan komposisi tersebut berlaku.
Adapun saham Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) masih aman karena tak masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) dan memenuhi ketentuan minimal free float.
Seluruh perubahan hasil August 2026 Index Review akan dilakukan pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan berlaku efektif mulai 1 September 2026.
Setelah August 2026 Index Review, MSCI akan kembali melakukan peninjauan terhadap indeks globalnya pada November 2026. Pengumuman hasil MSCI November 2026 Index Review dijadwalkan pada 11 November 2026, sedangkan perubahan konstituen akan berlaku efektif mulai 1 Desember 2026.
Sebelumnya, MSCI juga memperbarui metodologi seleksi saham untuk indeks globalnya. Saham dengan porsi kepemilikan publik (free float) yang besar tidak lagi secara otomatis terhalang masuk ke MSCI Standard Index hanya karena mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Perubahan metodologi ini menjadi salah satu penyesuaian MSCI dalam proses seleksi konstituen indeks global, terutama dalam menilai saham yang mengalami pergerakan harga ekstrem.
Berikut 9 saham Indonesia yang menjadi konstituen MSCI Global Standard Index:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
(DESI ANGRIANI)