MARKET NEWS

23 Perusahaan Tunda IPO di 2026, OJK Ungkap Alasannya

Nia Deviyana 02/11/2026 14:00 WIB

Keputusan penundaan tersebut umumnya dipengaruhi kalkulasi momentum pasar serta tingkat kesiapan internal masing-masing calon emiten.

23 Perusahaan Tunda IPO di 2026, OJK Ungkap Alasannya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak 23 perusahaan memutuskan menunda rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sepanjang 2026.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Agus Firmansyah, menjelaskan hingga saat ini terdapat 38 perusahaan yang masuk dalam daftar proses IPO.

“Tapi baru ada tujuh yang efektif, delapan perusahaan sedang proses, dan 23 perusahaan menunda,” kata Agus dalam ajang Media Gathering Pasar Modal Indonesia 2026 di Kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (31/10/2026).

Agus menilai, keputusan penundaan tersebut umumnya dipengaruhi kalkulasi momentum pasar serta tingkat kesiapan internal masing-masing calon emiten.

“Lebih banyak yang menunda sih. Mereka mungkin melihat kurang pas, atau mungkin perusahaan mereka sendiri belum siap, atau memang mereka melihat kondisi pasarnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik optimistis pasar modal masih menyimpan potensi pencatatan saham yang kuat pada 2027 seiring membaiknya kondisi makroekonomi global maupun domestik. Dia mencontohkan ekspansi industri manufaktur di kawasan ekonomi khusus (KEK) membutuhkan alternatif pembiayaan di luar sektor perbankan.

“Pasar modal bisa menjadi salah satu alternatif, ada potensi di situ,” ucap Jeffrey pada kesempatan yang sama.

Selain itu, Jeffrey menggarisbawahi potensi calon emiten baru yang bersumber dari agenda restrukturisasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah konsolidasi tersebut diharapkan bakal melahirkan entitas bisnis yang lebih solid dan sehat secara fundamental.

“Tentu itu juga potensial untuk dicatatkan di bursa, tidak hanya untuk bisa mendapatkan pendanaan tetapi juga untuk meningkatkan reputasi dan transparansi dari kelompok usaha di bawah Danantara. Jadi kami akan melihat potensi-potensi yang ada untuk menambah perusahaan tercatat,” kata dia.

Merujuk laporan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Oktober 2026, sebanyak tujuh perusahaan telah resmi melantai di bursa dengan akumulasi penghimpunan dana mencapai Rp2,16 triliun.

Saat ini, BEI mengantongi sembilan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham perdana. Berdasarkan skala asetnya, satu perusahaan tergolong skala kecil (di bawah Rp50 miliar), lima perusahaan skala menengah (Rp50 miliar hingga Rp250 miliar), dan tiga perusahaan berskala besar (di atas Rp250 miliar).

Dari sisi sektoral, calon emiten dalam pipeline tersebut terdiri atas empat perusahaan dari sektor healthcare, dua perusahaan dari sektor basic materials, dua perusahaan dari sektor energi, serta satu perusahaan dari sektor finansial.

(NIA DEVIYANA)

SHARE