INSPIRATOR

Pemuda Ini Budidaya Kopi Berbuah Kuning di Garut, Naik Kelas Lewat Proses Fermentasi

Mei Sada 20/09/2026 11:32 WIB

Kopi ini tumbuh di kebun keluarga seorang pemuda bernama Roby Siswanda. Varietas itu dikenal sebagai Yellow Bourbon.

Pemuda Ini Budidaya Kopi Berbuah Kuning di Garut, Naik Kelas Lewat Proses Fermentasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Buah kopi biasanya identik dengan warna merah saat matang. Namun, di Gunung Mandalagiri, Garut, Jawa Barat, ternyata ada jenis buah kopi yang berwarna kuning.

Kopi ini tumbuh di kebun keluarga seorang pemuda bernama Roby Siswanda. Varietas itu dikenal sebagai Yellow Bourbon. Keluarga Roby mulai mengembangkan kebun kopi sejak 2009. Awalnya, mereka bahkan belum mengetahui varietas kopi yang tumbuh di lahan tersebut. 

Mereka hanya menemukan sekitar 10 pohon dengan buah berwarna kuning dan mulai tertarik untuk mengembangkannya. Sekitar 2019, keluarga tersebut mulai membuka lahan baru dan menanam sekitar 1.000 pohon kopi. 

Namun, hasil panen awalnya masih dijual dalam bentuk ceri. Saat musim panen, sekitar 70 kilogram kopi bisa dipetik dalam sehari dengan harga kala itu kurang lebih Rp7.000 per kilogram.

Roby kemudian melihat ada hal lain yang bisa dilakukan terhadap hasil kebun tersebut. Ia mulai mempelajari pengolahan kopi atau coffee processing secara mandiri sejak sekitar tahun 2020.

"Kita kan biasanya kalau panen cuma jual cherry. Saya berpikir, bagaimana caranya kopi ini ada nilai tambahnya, ada story-nya," ujar Roby saat peluncuran Cing Cangkeling Rumah Koffie pada Jumat (18/9/2026).

Salah satu eksperimen awalnya adalah fermentasi anaerob menggunakan 10 kilogram kopi. Dalam proses ini, kopi ditempatkan dalam wadah dengan kondisi minim oksigen untuk mengatur proses fermentasi dan melihat pengaruhnya terhadap karakter kopi.

Eksperimen tersebut terus dikembangkan. Roby melakukan berbagai percobaan pengolahan hingga 2023–2024, termasuk metode yang kemudian dikenal sebagai Red Anaerob dan Classic Natural.

"Jadi setelah panen, ceri itu kita cuci, kemudian dimasukkan ke dalam tank atau plastik, kita vacuum sampai oksigennya hampir nol. Di situ yeast, bakteri, fungi yang ada di kopi kita kontrol," jelasnya.

Hasil akhirnya membuat kopi Mandalagiri memiliki karakter yang berbeda ketika diseduh. Cing Cangkeling dikenal dengan karakter fruity dan juicy, dengan rasa manis yang berlapis. 

Dalam sajian manual brew, profil rasanya antara lain digambarkan memiliki aroma brown sugar, rasa manis seperti anggur, serta sentuhan buah seperti peach.

Perubahan itu menunjukkan bahwa perjalanan kopi tidak berhenti ketika buah dipetik dari pohonnya. Varietas, proses setelah panen, hingga cara kopi diolah dapat ikut membentuk karakter yang akhirnya dirasakan ketika kopi diseduh.

Yang juga berubah adalah nilai ekonominya. Jika sebelumnya hasil kebun keluarga hanya dijual sebagai ceri sekitar Rp7.000 per kilogram, proses pengolahan membuat kopi tersebut bisa dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah. 

Kolaborasi Roby dan Rumah Koffie bukan hanya memperluas pasar, tetapi juga mempertemukan proses di tingkat kebun dengan pengolahan dan penyajian di kedai. Kopi yang sebelumnya berakhir sebagai ceri hasil panen kemudian bisa dinikmati dalam bentuk roasted beans maupun minuman dengan karakter rasa yang lebih spesifik.

(Nadya Kurnia)

SHARE