ECOTAINMENT

Wisata Mengamati Burung di Lereng Gunung Arjuno Kian Diminati, Mampu Cegah Perburuan Liar

Avirista M/Kontributor 07/10/2026 17:30 WIB

Pada kegiatan ini, wisatawan diajak merasakan sensasi menelusuri hutan dan trekking di jalur di hutan dengan kategori sedang, atau jalur tak berat.

Wisata Mengamati Burung di Lereng Gunung Arjuno Kian Diminati, Mampu Cegah Perburuan Liar. (Foto: MNC Media/Avirista)

IDXChannel—Wisata mengamati burung menjadi bagian dari pencegahan perburuan hewan liar di kawasan lereng Gunung Arjuno. Wisata edukasi ini digagas oleh Profauna Indonesia bersama masyarakat lokal dengan menawarkan sensasi tantangan.

Di sini wisatawan diajak merasakan sensasi menelusuri hutan dan trekking di jalur di hutan dengan kategori sedang, atau jalur tak berat. Mereka menelusuri jalur-jalur hutan yang didominasi vegetasi pepohonan pinus, sambil membawa teropong binokular dan kamera khusus, untuk mengamati burung.

Made Astuti, salah satu wisatawan asal Jakarta, mengungkapkan ketertarikannya pada wisata mengamati burung karena ketertarikannya pada spesies tersebut. Dirinya bahkan sudah menggeluti dunia pengamatan burung sejak tahun 1996, di berbagai kawasan di Indonesia.

"Burung favorit bagi peserta birdwatching adalah kadalan birah dan elang jawa, karena selain ukurannya besar, warnanya juga menyolok,” kata Made Astuti (7/10/2026).

Ia bahkan mengajak anaknya untuk melihat burung di alam liar. Kegiatan ini disebutnya juga mampu memberikan edukasi kepada anak, melihat kondisi nyata satwa-satwa liar yang hidup di alam terbuka.

"Jadi selama ini kan kalau melihat burung itu kan di kebun binatang, atau tempat penangkaran hewan, yang tentu sensasinya berbeda ketika berada di alam terbuka," kata dia.

Rosek Nursahid, selaku Ekolog Profauna Indonesia mengungkapkan, birdwatching atau kegiatan mengamati jenis dan perilaku burung di alam yang menggabungkan unsur petualangan, edukasi, dan konservasi, menjadi langkah pencegahan perburuan burung liar yang kian marak di Gunung Arjuno.

"Wisata ini jadi cara kami Profauna Indonesia bersama masyarakat lokal untuk mencegah terjadinya penangkapan burung di hutan. Kegiatan birdwatching ini kami mulai sejak 2026, yang membuat masyarakat lokal semakin menjaga kelestarian burung," ucap Rosek Nursahid, pada Rabu (7/10/2026).

Keterlibatan masyarakat lokal disebut Rosek, menjadi hal penting dalam kegiatan wisata ini. Sebab masyarakat lokal sekitar hutan, justru biasanya yang sering menjadi pemburu burung liar. Adanya kegiatan ini menjadi masyarakat sekitar memiliki sumber pendapatan lain, dari wisata edukasi.

“Program PROFAUNA untuk melestarikan hutan dan satwa liar di lereng Gunung Arjuna dimulai tahun 2021 lewat pendekatan perhutanan sosial dan pengembangan wisata khusus birdwatching,” ujar Rosek Nursahid.

Wisatawan bisa mendaftarkan diri melalui kontak person yang sudah disediakan oleh Profauna Indonesia. Mereka dibagi ke dalam satu kelompok dengan satu orang pemandu wisata. Satu wisatawan dikenakan biaya Rp250.000 jika pesertanya 4–8 orang, kemudian Rp350.000 jika jumlah pesertanya hanya dua orang.

"Satu harinya kuota maksimal delapan hari, dengan kegiatan dimulai pagi pukul 06.30–12.30. Wisatawan mendapat fasilitas yang didapat pemandu wisata, peralatan birdwatching, makan siang dan air minum," tuturnya.

Dalam sebulan, kegiatan wisata edukasi ini diikuti oleh 15 orang wisatawan. Mereka berasal dari berbagai kota seperti Malang, Surabaya, Sidoarjo, Tangerang dan Jakarta. Rentang usia yang ikut kegiatan yang terbilang masih jarang ini adalah antara 7–72 tahun.

Wisatawan ini diajak menelusuri hutan di kaki Gunung Arjuno, dengan dominasi vegetasi pohon pinus. Dengan didampingi oleh pemandu profesional, wisatawan dibawa merasakan sensasi trekking dengan medan tidak terlalu berat, sambil mengamati burung dengan menggunakan teropong binokular dan kamera khusus dengan rute sekitar 6 kilometer.

"Masyarakat lokal yang tinggal di tepi hutan kita libatkan dalam penyediaan makan bagi peserta, ada juga yang melakukan survei lokasi kegiatan birdwatching," ucap Rosek kembali.

Sebelum pengamatan burung dijadikan ajang wisata, Profauna Indonesia sudah mengamati sejumlah spesies burung di kawasan hutan lereng Gunung Arjuno. Total ada sebanyak 55 jenis burung yang teridentifikasi. 

Jenis burung yang ditemukan antara lain Elang Jawa (Nisaeetus bartelsi), Elang Hitam (Ictinaetus malaiensis), Kadalan Birah (Phaenicophaeus curvirostris), Paok Pancawarna (Hydrornis Guajanus), Uncal Loreng (Macropygia Unchall), Caladi Tilik (Picoides moluccensis), hingga Takur Tohtor (Psilopogon Armillaris).

(Nadya Kurnia)

SHARE