Tidur Siang Dapat Pulihkan Energi dan Fokus saat Kerja, Begini Penjelasan Dokter
Jaringan otak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan setelah seseorang mendapatkan istirahat yang cukup di siang hari.
IDXChannel—Tidur siang sejenak sering dianjurkan untuk mengembalikan energi tubuh dan kemampuan fokus. Namun, rupanya tidak setiap saat tidur di siang hari dapat disebut bermanfaat bagi tubuh.
Dokter Adam Prabata membagikan penjelasan ilmiah mengenai manfaat tidur siang bagi pemulihan otak melalui unggahan di akun Threads pribadinya. Menurutnya, istirahat singkat di pertengahan hari memiliki dampak langsung terhadap performa saraf otak.
“Coba deh sempatkan tidur siang hari ini di sela kesibukan, karena ternyata bisa membuat kemampuan otak kita pulih,” ujar dr. Adam Prabata, dikutip Rabu (23/9/2026).
Di tengah padatnya rutinitas pekerjaan dan tumpukan tugas harian, tubuh sering kali merasa lelah dan fokus mulai menurun di siang hari. Alih-alih memaksakan diri terus bekerja, meluangkan sedikit waktu untuk istirahat sejenak ternyata menjadi kunci penting agar fungsi otak kembali optimal.
Penjelasan tersebut didasarkan pada temuan ilmiah bertajuk ‘A nap can recalibrate homeostatic and associative synaptic plasticity in the human cortex.’
Penelitian tersebut mengamati perubahan kondisi neurologis pada kelompok orang yang menyempatkan tidur siang selama kurang lebih satu jam dibandingkan dengan mereka yang terus beraktivitas tanpa istirahat.
Hasil pengamatan pada jaringan otak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan setelah seseorang mendapatkan istirahat yang cukup di siang hari. Dokter Adam menjelaskan bahwa proses ini membantu sel-sel saraf kembali terhubung dan siap bekerja secara efektif.
“Ada penelitian yang membandingkan orang yang sengaja tidur siang sekitar 1 jam dengan yang tidak tidur siang. Ternyata setelah tidur siang, kapasitas sel saraf untuk berinteraksi dan membuat 'sambungan' baru dengan sel saraf lainnya juga meningkat. Artinya, otak lebih siap untuk bekerja dan menyimpan informasi baru,” tutur dia.
Meski tidur siang terbukti ampuh menyegarkan kembali kapasitas otak dalam menyerap informasi baru, dr. Adam mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah.
Tidur siang berfungsi sebagai sarana pemulihan energi di sela aktivitas harian, bukan sebagai alat untuk menggantikan kekurangan waktu tidur di malam hari. Dalam hal ini, tidur siang yang menggantikan kurang tidur di malam hari tidak berfungsi layaknya tidur siang untuk pemulihan energi.
“Ingat, efek ini berlaku untuk pemulihan pada orang yang sempat tidur siang di sela-sela pekerjaannya. Ini bukan pengganti untuk tidur malam yang sedikit ya,” pungkas dr. Adam.
Menjaga keseimbangan antara pola tidur malam yang cukup dan meluangkan waktu istirahat sejenak di siang hari menjadi kombinasi tepat untuk menjaga produktivitas serta kesehatan otak jangka panjang.
(Nadya Kurnia)