Rutin Ngegym Bantu Kurangi Gejala Depresi hingga 34 Persen, Ini Penjelasan Dokter
Temuan ini bisa menjadi salah satu alasan untuk mempertimbangkan olahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.
IDXChannel—Perasaan sedih hingga depresi bisa membuat seseorang kehilangan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, daripada terus larut dalam kesedihan, mencoba kembali aktif bergerak bisa menjadi pilihan untuk dilakukan.
Dokter Adam Prabata yang sering membagikan konten kesehatan mengungkap bahwa rutin melakukan latihan beban di gym berpotensi membantu mengurangi gejala depresi.
Informasi itu dibagikan Adam melalui akun X miliknya, @AdamPrabata. Dalam cuitannya, ia membahas penelitian yang merangkum 33 penelitian lain dengan total lebih dari 1.800 partisipan.
Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa latihan beban secara rutin berkaitan dengan penurunan gejala depresi.
“Bagi kalian yang sedang sedih karena patah hati, ajakan ke gym kayaknya emang bisa membantu deh kalau kata penelitian ini,” tulis Adam.
Dalam penelitian tersebut, orang yang melakukan latihan beban mengalami gejala depresi hingga 34 persen lebih rendah. Temuan ini bisa menjadi salah satu alasan untuk mempertimbangkan olahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.
Salah satu hal menarik yang dibahas adalah bahwa manfaat latihan beban tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya latihan atau peningkatan kekuatan otot.
Menurut dr. Adam, efek yang ditemukan dalam penelitian tersebut tidak bergantung pada volume latihan maupun seberapa besar peningkatan kekuatan otot seseorang. Hal yang perlu diperhatikan adalah konsistensi dalam berolahraga.
“Efek ini enggak tergantung pada seberapa besar volume latihan dan gimana peningkatan kekuatan ototnya, yang penting rutin dulu aja,” jelasnya.
Artinya, seseorang tidak harus langsung menjalani latihan berat atau memaksakan diri mengangkat beban besar ketika baru mulai berolahraga. Aktivitas bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Bagi pemula, membangun kebiasaan berolahraga secara konsisten bisa menjadi langkah awal sebelum meningkatkan intensitas latihan. Namun, jenis dan intensitas olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Meski disebut dapat menurunkan gejala depresi hingga 34 persen, dr. Adam juga mengingatkan bahwa latihan beban bukanlah terapi utama untuk mengatasi depresi.
Olahraga dapat menjadi pendamping dalam menjaga kesehatan mental, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan dan penanganan profesional ketika seseorang mengalami gangguan depresi.
“Yang perlu diingat, ini bukan terapi utama ya, tapi TAMBAHAN. Bila memang ada kondisi depresi, tetap diperiksakan ke dokter, ya,” tegasnya.
Pesan ini penting karena kesedihan biasa dan depresi merupakan dua kondisi yang tidak bisa begitu saja disamakan. Seseorang yang merasa sedih setelah mengalami patah hati belum tentu mengalami depresi klinis.
Sebaliknya, gejala depresi yang menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari perlu mendapatkan perhatian lebih serius. Karena itu, olahraga sebaiknya dilihat sebagai salah satu upaya pendukung, bukan satu-satunya cara untuk mengatasi masalah kesehatan mental.
Bagi orang yang sedang menghadapi masa sulit, memulai aktivitas sederhana sesuai kemampuan bisa menjadi langkah kecil untuk kembali membangun rutinitas. Namun, jika kesedihan berlangsung berkepanjangan atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, tetap diperlukan konsultasi dengan tenaga profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(Nadya Kurnia)