ECOTAINMENT

Membaca Novel Jadi Strategi Mengurangi Brain Rot, Begini Penjelasan Dokter

Niko Prayoga 29/10/2026 12:07 WIB

Membaca narasi yang panjang mendorong otak bekerja aktif dalam memproses alur cerita sekaligus membayangkan posisi karakter dalam cerita. 

Membaca Novel Jadi Strategi Mengurangi Brain Rot, Begini Penjelasan Dokter. (Foto: Istimewa)

IDXChannel-Aktivitas sederhana seperti membaca buku fiksi atau novel ternyata bisa menjadi senjata ampuh untuk menjaga kesehatan fungsi otak.

Hal tersebut diungkapkan oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, melalui unggahan di akun Threads pribadinya. Ia membagikan temuan dari riset ilmiah bertajuk "Short- and Long-Term Effects of a Novel on Connectivity in the Brain".

Riset tersebut mengamati perubahan struktur dan konektivitas otak pada responden yang diminta rutin membaca fiksi.

“Ada penelitian yang melibatkan 19 orang yang diminta untuk membaca novel selama 9 hari. Setelahnya orang-orang tersebut diperiksa otaknya dengan fMRI,” tulis dr. Adam, dikutip Rabu (28/10/2026).

Hasil pemindaian menunjukkan adanya peningkatan konektivitas pada sejumlah area vital di otak, terutama yang mengatur respons emosional dan kognitif.

“Nah, hasilnya ternyata menunjukkan peningkatan konektivitas otak di area pemahaman cerita, perspective-taking (mengambil sudut pandang orang lain), dan embodied semantics (merasakan pengalaman tokoh secara sensorik),” lanjut dia.

Membaca narasi yang panjang mendorong otak bekerja aktif dalam memproses alur cerita sekaligus membayangkan posisi karakter dalam cerita. 

Dampak positif dari kebiasaan ini bahkan tidak hanya bersifat sementara, melainkan juga meninggalkan stimulus jangka panjang pada jaringan saraf.

“Efek jangka panjang di area otak berupa konektivitas baru,” jelas dr. Adam.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan menyelami cerita dalam novel dapat menjadi metode efektif untuk melatih kembali fokus dan daya ingat masyarakat modern di tengah maraknya gempuran informasi visual yang serba instan.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa membaca cerita panjang, termasuk novel, bisa membantu membuat kondisi otak menjadi lebih baik. Bisa jadi salah satu strategi juga untuk melawan brain rot,” pungkas dia.

(Nadya Kurnia)

SHARE