ECOTAINMENT

Gunung Bromo Ditutup, Wisatawan Mancanegara Padati Air Terjun Tumpak Sewu

Avirista M/Kontributor 13/08/2026 10:24 WIB

Kunjungan wisatawan mancanegara ke air terjun yang dijuluki Niagara Indonesia ini melonjak hingga 40 persen.

Gunung Bromo Ditutup, Wisatawan Mancanegara Padati Air Terjun Tumpak Sewu. (Foto: MNC Media/Avirista)

IDXChannel—Wisata Tumpak Sewu mendadak ramai usai kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup total akibat kebakaran lahan. Wisatawan lokal dan mancanegara mengalihkan kunjungannya ke Wisata Air Terjun Tumpak Sewu, yang berada di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Lumajang.

Terutama wisatawan mancanegara berbondong-bondong menjadikan air terjun yang berada di sisi selatan Gunung Semeru ini sebagai alternatif kunjungannya. Lokasinya yang tak jauh dari taman nasional menjadikannya alternatif dari pemandu wisata untuk mengatasi penutupan kawasan Gunung Bromo

Pengelola Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, Dwi Rumanto, mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke air terjun yang dijuluki Niagara Indonesia ini melonjak hingga 40 persen. Biasanya, hanya 100–200 orang wisatawan mancanegara yang berkunjung. 

"Sejak Bromo ditutup karena kebakaran, ini naik 30–40 persen. Itu naik terutama yang wisatawan mancanegara, dari luar negeri," ujar Dwi saat dikonfirmasi pada Kamis pagi (13/8/2026).

Kenaikan ini sudah terjadi sejak akhir pekan lalu, ketika pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup total. Dari sana, wisatawan diberikan alternatif oleh pemandu wisatanya untuk berwisata di Air Terjun Tumpak Sewu.

"Yang terbanyak dari luar negeri itu dari Eropa, Prancis, Inggris, Spanyol, Belanda, China, sama Malaysia, kalau yang lokal tidak begitu banyak," ungkap dia kembali.

Dwi berharap banyaknya turis mancanegara dari Eropa yang datang ke Tumpak Sewu akan mendatangkan lebih banyak wisatawan di kemudian hari. Sebab, setiap pengunjung pasti akan memotret suasana air terjun dan mengunggahnya di media sosial masing-masing.

"Harapannya tidak hanya saat Bromo ditutup saja, tapi ke depan lebih banyak lagi yang datang, kan, dengan adanya mereka secara tidak langsung membantu promosi kita di luar negeri melalui media sosial mereka," paparnya.

Di sisi lain, Ahnaf Lentera Jagad salah satu pemandu wisata di Malang menyebut, angka kunjungan wisatawan mancanegara di Malang raya memang ramai meskipun Gunung Bromo, yang jadi destinasi wisata tengah tutup akibat kebakaran hutan. 

Ia harus menjelaskan, ke wisatawan asing itu agar menghindari kunjungan ke Gunung Bromo, karena alasan keselamatan.

"Mereka ada yang masih ngeyel mau ke sana. Ya, akhirnya saya tunjukkan video foto kondisi Bromo terkini, baru mereka sadar seperti apa kondisi di Bromo," ungkap Ahnaf Lentera, dikonfirmasi terpisah.

Dari sana biasanya wisatawan asing meminta alternatif wisata lain di wilayah Malang Raya atau sekitar Gunung Bromo. Maka alternatif terdekat yang dapat diakses wisatawan asing yakni Wisata Tumpak Sewu, yang berada di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Lumajang.

"Biasanya turis asing itu bisa lima hari di sini dan Bromo didatangi di hari kedua atau tiga, karena tidak bisa dikunjungi, kita arahkan ke tempat lain, salah satunya Tumpak Sewu ini," kata dia.

Menurutnya, meski beberapa wisatawan asing ada yang sudah memesan tiket ke Gunung Bromo, mereka tetap tidak meminta pengembalian uang. Alternatif yang dipilih biro perjalanan wisata sepertinya akhirnya dialihkan ke objek wisata lain yang menarik tak jauh dari Gunung Bromo.

"Yang susah kalau mereka minta refund, tapi sejauh ini belum ada yang minta refund, jadi kita arahkan ke tempat wisata lain," pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga Kamis pagi (13/8/2026), kawasan Gunung Bromo masih belum padam. Api bahkan meluas hingga 921 hektare, mencakup empat kabupaten, yakni Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan. 

Titik api bahkan Rabu malam mendekati kawasan Seruni Point, wilayah Pasuruan hingga jembatan kaca di Kabupaten Probolinggo.


(Nadya Kurnia)

SHARE