ECONOMICS

Wamenkeu Nurkholisoh Tegaskan Beasiswa LPDP Bukan Giveaway, Minta Awardee Kembali Mengabdi

Anggie Ariesta 04/11/2026 17:34 WIB

Para penerima beasiswa (awardee) diimbau untuk tidak menganggap fasilitas tersebut sekadar sarana kepentingan pribadi semata.

Wamenkeu Nurkholisoh Tegaskan Beasiswa LPDP Bukan Giveaway, Minta Awardee Kembali Mengabdi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman mengingatkan dana beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dihimpun dari pajak serta kontribusi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, para penerima beasiswa (awardee) diimbau untuk tidak menganggap fasilitas tersebut sekadar sarana kepentingan pribadi semata.

Wamenkeu menekankan tidak semua masyarakat yang berkontribusi membayar pajak memiliki kesempatan mengecap pendidikan tinggi atau pergi ke luar negeri.

“Beasiswa LPDP ini bukan hadiah, bukan giveaway. Ini adalah amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Orang yang diberi amanah itu wajarnya berterima kasih, salah satunya dengan menjadi patriot. Patriot adalah orang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujar Wamenkeu dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 286 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Wamenkeu berpesan kepada 214 penerima beasiswa LPDP Angkatan 286 agar senantiasa berpegang pada komitmen awal untuk kembali ke Tanah Air dan menyumbangkan ilmunya demi kemajuan bangsa. Pesan ini disampaikan pada acara bertajuk Bara Jenggala: Tumbuh Bersama, Menyala untuk Indonesia.

Dia juga mengingatkan para awardee mengenai beragam godaan serta pilihan saat menempuh studi di luar negeri, seperti peluang karier berpenghasilan tinggi hingga opsi menetap di negara tujuan. Untuk membentengi hal tersebut, Wamenkeu menitipkan tiga prinsip utama, yakni niat, giat, dan manfaat.

Wamenkeu menjelaskan bahwa niat berarti mengukuhkan tekad untuk menuntut ilmu dan kembali mengabdi ke Indonesia. Sementara itu, giat bermakna menjaga semangat belajar yang tinggi tanpa melupakan integritas akademik serta kejujuran dalam memanfaatkan teknologi pendukung seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Adapun manfaat berarti menjadikan ilmu serta jaringan internasional yang diperoleh selama studi sebagai instrumen yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan nasional.

Mengaitkan pesan tersebut dengan momentum Hari Pahlawan 10 November, Wamenkeu menyampaikan bahwa perjuangan era modern tecermin dari penguasaan ilmu pengetahuan, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa.

“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi yang dibutuhkan adalah orang pintar yang berintegritas, punya kepedulian, dan patriot. Dulu pahlawan berjuang dengan senjata, Anda semua bisa menjadi pahlawan dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan PK LPDP Angkatan 286 ini diikuti oleh 214 awardee yang terdiri atas 122 mahasiswa jenjang magister dan 92 mahasiswa jenjang doktoral. Sebanyak 174 peserta akan menempuh pendidikan di 16 negara tujuan luar negeri, sedangkan 40 peserta lainnya melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam negeri.

Menutup arahannya, Wamenkeu mengajak para penerima beasiswa untuk terus menjaga nama baik bangsa serta menuntaskan tanggung jawab usai menyelesaikan program pendidikan.

“Kita pergi untuk kembali. Saya tunggu Anda pulang, saya tunggu kontribusi Anda. Selamat membawa Merah Putih,” ujar Wamenkeu.

(NIA DEVIYANA)

SHARE