ECONOMICS

Undang BlackRock dkk ke Bali, Danantara Bidik Investasi Rp543 Triliun

Iqbal Dwi Purnama 04/11/2026 12:01 WIB

Danantara membidik investasi senilai USD30 miliar atau setara dengan Rp543 triliun pada penyelenggaraan New Asia Forum (NAF) 2026 di Bali.

Danantara membidik investasi senilai USD30 miliar atau setara dengan Rp543 triliun pada penyelenggaraan New Asia Forum (NAF) 2026 di Bali. (Foto: Ist)

IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membidik investasi senilai USD30 miliar atau setara dengan Rp543 triliun pada penyelenggaraan New Asia Forum (NAF) 2026. Forum investasi internasional tersebut akan mempertemukan sejumlah raksasa pengelola dana investasi dunia dengan pemerintah dan pelaku industri di Bali pada 3–4 Desember 2026.

Sejumlah institusi investasi global yang dipastikan hadir antara lain BlackRock, KKR, Brookfield, Oaktree, dan Franklin Templeton. Institusi-institusi tersebut secara kolektif mengelola dana hingga triliunan dolar AS di pasar publik maupun privat.

Kehadiran para investor global tersebut diharapkan dapat membuka peluang kemitraan strategis dan memperkuat aliran investasi jangka panjang ke kawasan Asia, termasuk Indonesia. Selain institusi keuangan global, forum tersebut juga akan dihadiri para pemimpin bisnis dan teknologi dari Freeport-McMoRan, Jardine Matheson, AirAsia, Databricks, Archer Aviation, dan Honeywell.

Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, kehadiran institusi investasi global menunjukkan meningkatnya perhatian investor dunia terhadap potensi ekonomi Asia.

Menurutnya, tantangan utama bukan sekadar menarik modal asing sebanyak-banyaknya, melainkan memastikan investasi tersebut dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian.

"New Asia Forum mempertemukan investor global, pemerintah, dan pelaku industri untuk bertukar pandangan sekaligus membuka peluang kerjasama. Kami ingin pembicaraan yang dilaksanakan di forum ini bisa berlanjut menjadi kolaborasi dan investasi nyata," ujar Pahala dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Pahala menambahkan, bagi Danantara, penyelenggaraan forum tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi global yang terpercaya dalam jangka panjang.

Adapun sektor yang menjadi perhatian dalam forum ini meliputi energi, konektivitas digital, infrastruktur, properti, serta industri berteknologi maju. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang sejalan dengan kebutuhan investasi jangka panjang di kawasan Asia.

Asia Pasifik sendiri saat ini menyumbang hampir 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi global. Namun, kawasan tersebut masih membutuhkan investasi jangka panjang dalam jumlah besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan transformasi industri.

New Asia Forum 2026 dirancang tidak hanya sebagai ajang diskusi, tetapi juga untuk memfasilitasi peluang investasi yang dapat ditindaklanjuti. Sejumlah agenda yang disiapkan mencakup pertemuan khusus antara investor, diskusi tertutup atau private roundtable, hingga penjajakan proposal investasi terpilih.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE