Tak hanya Fokus pada Proyek Skala Besar, Menperin dan Kadin Bakal Perkuat Komoditas Daerah
Menurut Anindya, industrialisasi tidak hanya bertumpu pada proyek berskala besar dan berteknologi tinggi.
IDXChannel - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen mendukung agenda industrialisasi nasional melalui semangat Indonesia Incorporated yang didorong Presiden Prabowo Subianto. Semangat ini menekankan gotong royong seluruh pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun IKM.
"Tugas kami adalah bagaimana dengan semangat Indonesia Incorporated, gotong royong itu bukan hanya melibatkan perusahaan besar, tetapi juga perusahaan industri kecil dan menengah. Semuanya harus bisa ikut berpartisipasi dalam industrialisasi nasional," ujar Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie dalam pertemuan Jajaran Kadin dengan Sarmuji di Jakarta, Senin (2/11/2026)
Menurut Anindya, industrialisasi tidak hanya bertumpu pada proyek berskala besar dan berteknologi tinggi, seperti hilirisasi nikel menjadi bahan baku baterai. Pengolahan komoditas unggulan daerah, seperti sagu, alga, dan kelapa, juga berpotensi besar menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka peluang bagi pelaku IKM di daerah untuk naik kelas.
"Industrialisasi bukan hanya yang bersifat besar, seperti nikel menjadi bahan baterai. Tadi kami juga membicarakan sagu, alga, dan kelapa. Ini merupakan industri yang justru dapat melibatkan teman-teman di daerah untuk naik kelas," kata Anindya.
Menanggapi hal tersebut, Sarmuji menegaskan Indonesia memiliki keunggulan khas yang tidak dimiliki negara lain, terutama dari sisi keragaman sumber daya alam dan komoditas unggulan daerah.
"Itu merupakan keuntungan dan keunggulan khas Indonesia yang harus terus kita dorong, karena tidak dimiliki oleh negara lain. Kami bersama Kadin memiliki perhatian dan kesepahaman yang sama untuk mengembangkan potensi tersebut," ujar Sarmuji.
Sarmuji juga mengapresiasi komitmen Kadin dalam memperkuat peran IKM. Menurutnya, perhatian Kadin terhadap pengembangan IKM menjadi modal penting untuk membangun struktur industri yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan, terlebih Kadin memiliki jaringan dunia usaha yang luas, mulai dari perusahaan besar hingga pelaku usaha di berbagai daerah. Kemenperin siap memperkuat kolaborasi dengan Kadin, termasuk melalui peningkatan daya saing IKM dan penguatan keterkaitannya dengan industri berskala besar.
"Kesadaran dan perhatian Kadin terhadap industri kecil dan menengah merupakan hal yang luar biasa. Tentu kami menyambut baik dan mendukung langkah tersebut agar semakin banyak IKM yang berkembang dan naik kelas," imbuhnya.
Anindya turut mengapresiasi upaya Kemenperin dalam membangun keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara kebutuhan industri dan pengembangan kapasitas pelaku usaha. Ia menilai sinergi pemerintah dan Kadin perlu terus diperkuat untuk memperluas manfaat industrialisasi bagi dunia usaha di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Sarmuji menilai prospek industri nasional sedang baik, yang ditandai sejumlah indikator manufaktur yang berada di fase ekspansi. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendorong industri tumbuh lebih tinggi lagi.
"Kami berbincang banyak hal, tetapi satu hal yang utama adalah kami saling mengabarkan bahwa prospek industri kita sebenarnya sedang baik dan menuju tahapan ekspansi," kata Sarmuji.
Sarmuji mengungkapkan, kondisi positif tersebut tecermin dari sejumlah indikator terkini. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 tercatat 53,77, sementara Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global mencapai 54,0. Keduanya berada di atas level 50, yang menandakan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi. PMI Oktober bahkan menjadi yang tertinggi dalam 31 bulan terakhir.
"Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia sedang baik. Saatnya momentum tersebut kita manfaatkan untuk mendorong industri agar tumbuh lebih tinggi lagi," ujar dia.
(NIA DEVIYANA)