ECONOMICS

RI Catat Surplus Neraca Dagang USD3,55 Miliar di Agustus 2026

Nia Deviyana 01/10/2026 13:26 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada Agustus 2026 sebesar USD3,55 miliar.

RI Catat Surplus Neraca Dagang USD3,55 Miliar di Agustus 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus pada Agustus 2026 sebesar USD3,55 miliar.

Surplus ini ditopang kinerja ekspor sebesar USD26,61 miliar atau naik 6,72 persen (yoy) pada Agustus 2026. Adapun impor pada Agustus tercatat USD23,06 miliar atau naik 19,09 persen secara tahunan.

Sementara secara kumulatif, neraca perdagangan periode Januari-Agustus 2026 juga mengalami surplus sebesar USD7,25 miliar.

“Surplus sepanjang periode Januari-Agustus 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus USD28,54 miliar, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD21,29 miliar,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).

Nilai ekspor kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai USD193,64 miliar, naik 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 5,48 persen menjadi USD185,63 miliar.

Berdasarkan sektor, industri pengolahan mencatat nilai ekspor terbesar, dengan nilai mencapai USD159,55 miliar atau naik 7,87 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Adapun tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia adalah China sebesar USD47,44 miliar (25,55 persen), Amerika Serikat sebesar USD22,41 miliar (12,07 persen), dan India sebesar USD12,77 miliar (6,88 persen).

Sementara itu, nilai impor kumulatif Januari–Agustus 2026 mencapai USD186,39 miliar, naik 19,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut berasal dari impor nonmigas yang naik 16,83 persen menjadi USD157,09 miliar, serta impor migas yang naik 39,03 persen menjadi USD29,30 miliar.

Menurut penggunaan, impor bahan baku/penolong menjadi komponen impor terbesar, dengan nilai USD133,38 miliar atau naik 20,67 persen. Selanjutnya, impor barang modal mencapai USD36,75 miliar, naik 18,82 persen, sedangkan impor barang konsumsi tercatat sebesar USD16,27 miliar, naik 15,48 persen.

China masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan nilai USD66,64 miliar (42,42 persen). Posisi berikutnya ditempati oleh Jepang sebesar USD8,88 miliar (5,65 persen) dan Australia sebesar USD7,31 miliar (4,65 persen).

Sementara itu, surplus perdagangan nonmigas pada periode Januari–Agustus 2026 terutama berasal dari beberapa komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati sebesar USD24,91 miliar, bahan bakar mineral USD18,84 miliar, besi dan baja USD12,10 miliar, nikel dan barang daripadanya USD8,38 miliar, serta alas kaki USD4,33 miliar.

(NIA DEVIYANA)

SHARE