ECONOMICS

RAPBN 2027, Pendapatan Negara Capai Rp3.426 Triliun dan Belanja Negara Rp4.097 Triliun

Rahmat Fiansyah 14/08/2026 14:38 WIB

Pemerintah resmi mengumumkan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.

Pemerintah resmi mengumumkan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pemerintah resmi mengumumkan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027. Baik pendapatan maupun belanja diusulkan naik pada tahun depan.

Pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun, tumbuh 8,6 persen dibandingkan APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Sementara belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun, naik 6,6 persen dari sebelumnya Rp3.842,7 triliun.

Dengan demikian, pembiayaan direncanakan mencapai Rp671,2 triliun atau defisit setara 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini lebih rendah dari proyeksi defisit dalam APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB. 

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, RAPBN 2027 akan difokuskan untuk mewujudkan delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan, dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

"Delapan prioritas tersebut didukung oleh penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi," kata Prabowo dalam penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Secara umum, kata dia, arsitektur RAPBN 2027 tetap didesain ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan tema "Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat".

Prabowo menekankan pentingnya sinergi yang lebih solid pada tahun depan antara kebijakan fiskal, moneter, keuangan, serta Danantara. Transformasi ekonomi pada aktivitas ekonomi yang bernilai tambah tinggi harus terus diperkuat.

"Program-program unggulan harus berjalan efektif, program perlindungan sosial harus andal, pemberdayaan bagi UMKM harus terus digairahkan, dan dukungan untuk petani, nelayan, guru, dan tenaga kerja yang rentan juga harus diperkuat," katanya.

Di sektor politik, Prabowo juga mendorong harmonisasi kebijakan pusat dan daerah yang lebih kokoh. Selain itu, dia menegaskan penegakan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum tanpa pandang bulu.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE