RAPBN 2027 Disahkan DPR, Kemenkeu Mulai Siapkan DIPA dan Administrasi Pelaksanaan
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 telah resmi disetujui.
IDXChannel - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 telah resmi disetujui dan disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam Rapat Paripurna pada 29 September lalu.
Menurutnya, Kementerian Keuangan kini mulai bergerak cepat mempersiapkan seluruh dokumen serta teknis administrasinya.
Suahasil menjelaskan bahwa meski saat ini masih Oktober, Kemenkeu telah memulai langkah awal guna memastikan pelaksanaan anggaran tahun anggaran 2027 berjalan mulus.
“Meskipun teman-teman media telah meng-cover tapi saya ingin menyampaikan disini bahwa RAPBN 2027 telah ditetapkan oleh DPR di rapat paripurna 29 September telah ditetapkan disetujui, disahkan kita menunggu undang-undangnya dan kami di Kementerian Keuangan saat ini mempersiapkan pelaksanaan RAPBN 2027, meskipun ini baru bulan Oktober, kami sedang mempersiapkan itu,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Suahasil turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan DPR RI dalam pengesahan RAPBN tersebut. Kemenkeu selanjutnya akan merinci alokasi anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) serta menyusun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2027.
"Kami mengucapkan terima kasih untuk Dewan Perwakilan Rakyat yang telah memberikan persetujuan ini, kami akan melanjutkan dengan rincian anggaran KL, rincian DIPA 2027, dan seluruh kesiapan administrasi," ujarnya.
Suahasil juga mengingatkan bahwa postur defisit APBN 2027 diproyeksikan berada di kisaran 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Teman-teman media telah memahami defisit 2027, kita perkirakan di 2,4 persen dari PDB kita,” kata Suahasil.
Dengan demikian, Suahasil kembali mengutarakan tiga pilar utama pengelolaan fiskal yang terus diusung pemerintah, yaitu APBN yang menumbuhkan, melindungi, dan kredibel. Pilar ini menjadi penopang utama di tengah kondisi perekonomian global yang penuh dengan tantangan.
“Terakhir, saya tutup dengan yang selalu saya sampaikan apa itu kita mengelola APBN. APBN-nya kita kelola supaya bisa terus menumbuhkan, APBN-nya melindungi dan APBN-nya kredibel. Kalau kita lihat dari bagian depan, ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja. Tapi ekonomi Indonesia kita jaga baik. Pertumbuhan kita jaga di 5,45 [persen]. Inflasi kita jaga,” tuturnya.
Suahasil menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pengelolaan APBN yang kredibel akan tercermin langsung pada perbaikan berbagai indikator pembangunan nasional.
"Dan seluruh gerak di ekonomi kita pastikan APBN-nya kita jaga kredibel dan salah satu bentuk kredibilitas itu nanti muncul dia di dalam indikator-indikator pembangunan kita," kata Suahasil.
"Kita akan terus menjaga APBN dengan baik dan moga-moga menjadi APBN yang betul-betul dapat menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat dan menjaga kredibilitas dari perekonomian kita," pungkas Suahasil. (Wahyu Dwi Anggoro)