ECONOMICS

PT SMI dan Bank Jakarta Siapkan Rp2,11 Triliun untuk Infrastruktur DKI

Shifa Nurhaliza Putri 27/09/2026 09:50 WIB

Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun.

PT SMI dan Bank Jakarta Siapkan Rp2,11 Triliun untuk Infrastruktur DKI. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Bank Jakarta bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI menyalurkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp2,11 triliun untuk mendukung pembangunan tujuh proyek infrastruktur prioritas di DKI Jakarta.

Dari total pembiayaan tersebut, Bank Jakarta menyediakan dana sebesar Rp1 triliun, sedangkan PT SMI memberikan dukungan maksimal Rp1,11 triliun. Pembiayaan ini mencakup proyek transportasi, hunian, serta infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta.

Kerja sama pembiayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah, dan Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo di Balai Kota Jakarta.

Pramono mengatakan, pembiayaan sindikasi menjadi salah satu skema yang digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat pendanaan pembangunan infrastruktur. Menurut dia, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan untuk merealisasikan berbagai proyek prioritas.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mempercepat pemenuhan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan warga Jakarta,” kata Pramono dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).

Dia menambahkan, dukungan Bank Jakarta dan PT SMI mencakup sejumlah proyek yang berkaitan dengan konektivitas, penyediaan hunian, serta pengendalian banjir.

Adapun tujuh kegiatan infrastruktur yang dibiayai melalui skema tersebut meliputi pembangunan Flyover Latumeten, Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Rumah Susun Padat Karya tahap II, dan Rumah Susun Rorotan IX tahap I.

Selain itu, pembiayaan mencakup pembangunan waduk, situ, dan embung yang meliputi polder serta kolam retensi. Pendanaan juga dialokasikan untuk pembangunan tanggul dan pengendali banjir pesisir pantai tahap III.

Pramono menjelaskan, pembangunan Flyover Latumeten diarahkan untuk meningkatkan konektivitas dan keselamatan pengguna jalan. Sementara pembangunan rumah susun ditujukan untuk menambah ketersediaan hunian bagi masyarakat.

“Adapun pembangunan waduk, embung, polder, kolam retensi, serta tanggul pesisir diarahkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan meningkatkan ketahanan Jakarta terhadap risiko bencana serta dampak perubahan iklim,” tutur dia.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, kerja sama dengan PT SMI menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap pembangunan infrastruktur di Jakarta.

“Sinergi antara sektor keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi fundamental penting dalam mendorong akselerasi pemenuhan kebutuhan pembangunan di Kota Jakarta,” ujar Agus.

Menurut Agus, sebagai bank pembangunan daerah milik Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta akan terus mendukung program pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Perseroan juga akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam penyediaan pembiayaan.

“Kami meyakini, dukungan pembiayaan yang tepat pada sektor prioritas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan Jakarta yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing sebagai kota global,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, pembangunan infrastruktur daerah membutuhkan dukungan pendanaan melalui berbagai skema.

“PT SMI siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sekaligus membuka ruang sinergi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Reynaldi.

Dia menilai, kolaborasi dengan Bank Jakarta dapat menjadi salah satu model pembiayaan yang dapat diterapkan di daerah lain dengan menyesuaikan kebutuhan pembangunan dan kapasitas keuangan masing-masing pemerintah daerah.

Hingga Juli 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,19 triliun, dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp13,67 triliun. Dukungan tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Keuangan untuk mendorong skema pembiayaan kreatif dalam pembangunan infrastruktur daerah.

Melalui pembiayaan sindikasi tersebut, pembangunan tujuh proyek infrastruktur di Jakarta akan mencakup sektor transportasi, hunian, dan pengendalian banjir.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE