ECONOMICS

Program Rempah Indonesia Sukses Cetak Transaksi Rp560 Miliar di Trade Expo 2026

Kurnia Nadya 21/10/2026 11:20 WIB

Selanjutnya, Kemendag akan membawa S’RASA ke Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) 2026 di Tokyo, Jepang, pada 11–14 November 2026

Program Rempah Indonesia Sukses Cetak Transaksi Rp560 Miliar di Trade Expo 2026. (Foto: Kemendag)

IDXChannel—Kementerian Perdagangan mencatat program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) sukses menghasilkan total transaksi senilai USD31,14 juta atau setara Rp560,61 miliar pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. 

Realisasi tersebut berasal dari potensi transaksi sebesar USD30,2 juta melalui penandatanganan 14 nota kesepahaman antara produsen bumbu Indonesia dan importir dari Belanda, Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang. 

Selebihnya didapat dari nilai kontak dagang dan penjualan ritel di Paviliun S’RASA sebesar USD944.850. Pameran ekspor tahunan ini digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi capaian S’RASA dalam TEI 2026. Menurutnya, promosi kuliner dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dengan mitra internasional.

“Melalui S’RASA, kami mendorong restoran Indonesia di luar negeri untuk terus menggunakan produk pangan, bumbu, dan rempah dari Indonesia. Sehingga, promosi melalui restoran Indonesia tidak hanya memperkenalkan cita rasa Nusantara, tetapi juga mendorong peningkatan ekspor dan memperluas pasar produk Indonesia,” ujar Budi.

Selama TEI ke-41, paviliun ini juga mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra bisnis dari 20 negara. Mitra dagang tersebut, yaitu dari Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Belanda, Hungaria, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Kuwait, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Papua Nugini, Qatar, China, Singapura, dan Turki.

S’RASA merupakan kampanye gastrodiplomasi untuk memperkenalkan kuliner Indonesia agar dapat memperluas pemasaran produk pangan nasional. 

Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi sejumlah kementerian. Yakni Kementerian Perdagangan dengan Kementerian Luar Negeri; Kementerian Ekonomi Kreatif; Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah; dan Kementerian Pariwisata. 

Sinergi lintas kementerian tersebut diarahkan untuk memperkuat keterhubungan produk pangan, restoran Indonesia di luar negeri, dan promosi identitas budaya Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan, Program S’RASA menghubungkan promosi kuliner Nusantara dengan pengembangan ekspor melalui penguatan jejaring restoran Indonesia di luar negeri. 

Program ini mendorong pemanfaatan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia dalam industri kuliner mancanegara untuk menciptakan kebutuhan pasar yang berkelanjutan bagi produsen nasional.

“Melalui S’RASA, kami mempertemukan produsen Indonesia dengan calon mitra yang berpeluang memasarkan produk nasional di luar negeri. Ketertarikan buyer mancanegara dalam berbagai kesempatan perlu kita tindaklanjuti melalui komunikasi bisnis, pengiriman sampel, penawaran harga, dan pemenuhan persyaratan produk di negara tujuan. Kami berharap, upaya tersebut dapat mendorong kesepakatan awal dengan buyer untuk menjadi transaksi ekspor yang berkelanjutan ke negara-negara tujuan ekspor,” ujar Puntodewi.

Lanjutkan Promosi S'RASA ke Jepang

Sebagai tindak lanjut Program S’RASA untuk 2026, Direktorat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag akan membawa S’RASA ke Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) 2026 di Tokyo, Jepang, pada 11–14 November 2026 mendatang. 

Partisipasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan produsen Indonesia dengan calon pembeli dan pelaku industri hotel, restoran, dan kafe (horeka) di Jepang.

Puntodewi menjelaskan, partisipasi tersebut diarahkan untuk menjajaki peluang pemanfaatan produk pangan, bumbu, dan rempah Indonesia dalam operasional bisnis kuliner setempat. Kemendag akan mendorong penjajakan bisnis dan peluang pemanfaatan produk pangan, bumbu, serta rempah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri kuliner Jepang.

“Melalui pendekatan ini, promosi S’RASA diharapkan tidak hanya memperluas pengenalan produk, tetapi juga membangun hubungan dagang yang dapat mendukung kesinambungan pasokan bagi pelaku usaha kuliner,” imbuh Puntodewi.

(Nadya Kurnia)

SHARE