ECONOMICS

Perdagangan ASEAN Tumbuh 13,7 Persen, Indonesia Tetap Dorong Penguatan Rantai Pasok

Kurnia Nadya 21/09/2026 16:00 WIB

Ekonomi ASEAN tercatat tumbuh 4,9 persen pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 4,5 persen pada 2026.

Perdagangan ASEAN Tumbuh 13,7 Persen, Indonesia Tetap Dorong Penguatan Rantai Pasok. (Foto: Kemendag)

IDXChannel—Perdagangan barang ASEAN mencapai USD4,4 triliun pada 2025, tumbuh 13,7 persen dari 2024 yang mencapai USD3,8 triliun. Namun, Indonesia tetap mendorong penguatan perdagangan dan rantai pasok kawasan.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan apresiasi atas kemajuan Capaian Prioritas Ekonomi ASEAN (Priority Economic Deliverables/PED) di bawah Keketuaan Filipina dalam Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN di Metro Manila, Filipina, Sabtu (19/9/2026).

“Indonesia mengapresiasi progres penyelesaian PED di bawah Keketuaan Filipina yang salah satunya berhasil diselesaikan secara penuh, yaitu Driving Financial Health Forward: Unlocking the Next Frontier Financial Inclusion. Selesainya beberapa PED tersebut menunjukkan kolaborasi antarnegara yang berjalan dengan baik dan berkesinambungan,” ujar Roro, dikutip dari siaran pers Kementerian Perdagangan, Senin (21/9/2026).

Sejumlah PED lainnya masih dalam proses penyelesaian, antara lain Cross-border Movement of Digital Workers, ASEAN Centre of Excellence for MSMEs, dan ASEAN Semiconductor Roadmap.

Dalam penyusunan ASEAN Semiconductor Roadmap, Indonesia mendorong penguatan ekosistem semikonduktor kawasan, termasuk melalui pelibatan akademisi dalam riset, penguatan rantai pasok dan infrastruktur critical minerals, serta harmonisasi insentif investasi.

Selain itu, Indonesia menekankan kesiapan perdagangan intra-ASEAN melalui Pertemuan ke-40 Dewan AFTA (ASEAN Free Trade Agreement Council). Negara-negara ASEAN didorong mengimplementasikan Strategic Action Plan Trade in Goods (TIG-SAP) 2026-2030 sesuai jadwal yang telah disepakati.

Indonesia juga tengah mempersiapkan implementasi Borneo Corridors pada 2027, termasuk dari sisi infrastruktur serta kesiapan hukum dan prosedural untuk mendukung Koridor Kalimantan ACTS.

“Kami ingin menekankan pentingnya memastikan tersedianya infrastruktur yang diperlukan, serta kesiapan aspek hukum dan prosedural, guna mendukung kelancaran pelaksanaan Koridor Kalimantan ACTS,” ujar Roro.

Para Menteri Ekonomi ASEAN juga mengesahkan Declaration on The Provisional Application of The Second Protocol to Amend ATIGA beserta lampirannya. 

Deklarasi tersebut menegaskan komitmen negara-negara ASEAN untuk mempercepat implementasi Upgraded ATIGA guna memfasilitasi aktivitas perdagangan intra-ASEAN.

Di sisi lain, arus masuk investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke ASEAN meningkat 10,1 persen menjadi USD245,7 miliar pada 2025, dari USD223,1 miliar pada 2024. Perdagangan jasa intra-ASEAN juga tumbuh sekitar 5,1 persen pada periode yang sama.

Ekonomi ASEAN tercatat tumbuh 4,9 persen pada 2025 dan diproyeksikan mencapai 4,5 persen pada 2026.

“Kekuatan ASEAN terletak pada persatuan dan kemampuan untuk merespons secara tegas sebagai satu komunitas. ASEAN akan memperkuat arsitektur keamanan ekonominya, memastikan kawasan ini tetap tangguh menghadapi tekanan eksternal serta berdaya saing dalam ekonomi global,” jelas Roro.

(Kidung Dhia)

SHARE