ECONOMICS

Pemerintah Siapkan Pembangunan Perumahan yang Terintegrasi dengan Jargas dan PLTS

Iqbal Dwi Purnama 10/10/2026 03:00 WIB

Pemerintah menyiapkan konsep pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan jaringan gas (jargas) dan listrik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Pemerintah Siapkan Pembangunan Perumahan yang Terintegrasi dengan Jargas dan PLTS. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Pemerintah menyiapkan konsep pembangunan perumahan yang terintegrasi dengan jaringan gas (jargas) dan listrik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Konsep tersebut akan dikembangkan di sejumlah kawasan strategis dengan mempertimbangkan kebutuhan hunian pekerja dan potensi investasi industri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana tersebut dibahas bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara dalam agenda sinergi program antarkementerian di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

“Tadi kita membahas tentang konsep pembangunan perumahan yang akan memakai jaringan gas dan listrik yang berbasis PLTS di beberapa kawasan yang akan dikembangkan oleh Pak Menteri Perumahan,” ujar Bahlil.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pengembangan perumahan terintegrasi tersebut berkaitan dengan besarnya potensi investasi dan kebutuhan tempat tinggal bagi tenaga kerja, terutama di kawasan industri.

Ara mencontohkan Maluku Utara yang memiliki investasi senilai USD20 miliar yang sudah berjalan, serta tambahan investasi USD7 miliar yang akan dijalankan. Besarnya aktivitas industri di wilayah tersebut dinilai membuka kebutuhan terhadap penyediaan hunian bagi para pekerja.

"Itu USD20 miliar yang sudah jalan, USD7 miliar yang akan dijalankan," kata Ara.

Menurut Ara, pemerintah ingin merancang pembangunan rumah bersamaan dengan penyediaan infrastruktur energi sejak tahap awal. Dengan demikian, pengembangan kawasan hunian dapat diselaraskan dengan kebutuhan investor dan tenaga kerja di wilayah tersebut.

Dia menyebut konsep itu berpotensi dikembangkan melalui proyek percontohan di sejumlah kawasan. Selain Maluku Utara, pemerintah mempertimbangkan kawasan industri di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi.

Ara menambahkan, pemerintah juga membahas rencana pembangunan perumahan di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, dengan lahan seluas 30 hektare yang disebut berasal dari hibah Lippo. Dalam rencana tersebut, pembangunan dan pembiayaan proyek akan melibatkan Danantara Indonesia.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan lokasi final maupun jadwal pelaksanaan proyek percontohan. Sejumlah aspek masih perlu dimatangkan, termasuk regulasi, kesiapan lahan, kebutuhan teknis, serta skema pembiayaan.

"Ya teknisnya kita bahas dulu ya, terutama regulasinya, kemudian lahannya dan pembiayaannya," ujar Ara.

Pemerintah akan melanjutkan pembahasan lintas kementerian untuk mematangkan konsep tersebut sebelum menentukan pelaksanaan pembangunan. Integrasi jargas dan PLTS diharapkan dapat menjadi bagian dari perencanaan infrastruktur kawasan perumahan yang dikembangkan sejalan dengan pertumbuhan industri.

(NIA DEVIYANA)

SHARE