ECONOMICS

Pemerintah Pastikan Stok Beras Premium dalam Kondisi Aman

Tangguh Yudha 03/10/2026 01:38 WIB

Pemerintah memastikan stok beras termasuk jenis premium dalam kondisi aman dan harga mulai mengalami penurunan.

Pemerintah Pastikan Stok Beras Premium dalam Kondisi Aman (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah memastikan stok beras termasuk jenis premium dalam kondisi aman dan harga mulai mengalami penurunan. 

Kepastian ini setelah dilakukan kunjungan kerja oleh Komisi IV DPR-RI di dampingi Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Perum Bulog ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta pada Jumat (2/10/2026).

Ketua Komisi IV DPR-RI, Titiek Soeharto mengatakan hasil pengecekan langsung ke sejumlah kios di PIBC menunjukkan bahwa stok beras tersedia dan pasokan dari berbagai sentra produksi, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berjalan lancar.

“Stok berasnya lancar. Ada yang dari Jawa Barat, ada dari Jawa Tengah, dan harganya pun oke, baik, tidak tinggi,” ujar Titiek.

Titiek menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras nasional. Berdasarkan data pemerintah yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, cadangan beras pemerintah (CBP) berada pada level 4,8 juta ton.

“Cadangan beras kita 4,8 juta ton per hari ini. Jadi tidak usah khawatir. Kalau stoknya banyak berarti harganya bisa terkendali,” katanya.

Menurutnya, selain memastikan stok tersedia, pemerintah perlu memastikan beras bergerak secara efektif dari produsen dan Bulog menuju pasar, pengecer, hingga konsumen. Dengan demikian, ketersediaan beras di tingkat nasional dapat dirasakan masyarakat dalam bentuk pasokan dan harga yang terjangkau.

“Beras ini bukan hanya masalah stok saja. Tetapi juga bagaimana kita memastikan beras ini disalurkan dari produsen dan juga dari Bulog ke pasar secara efektif dan efisien, dan dari situ disalurkan lagi ke pengecer-pengecer dan juga sampai ke masyarakat, konsumen,” tutur Titiek.

Salah satu pedagang beras PIBC Anto, menyampaikan harga beras mulai mengalami penurunan dalam dua pekan terakhir. Menurutnya, penurunan terjadi sekitar Rp500 per kilogram di tingkat distributor.

“Dua minggu terakhir ini ada penurunan, mungkin karena efek bantuan pangan. Jadi yang biasanya beli beras ke kita sudah dikasih bantuan sama Pak Prabowo, jadi kebutuhan menurun. Yang beli sedikit, harga otomatis turun. Itu hukum pasar,” ujar Anto.

Ia menyebut harga beras medium yang sebelumnya sekitar Rp14.000an per kilogram telah turun menjadi sekitar Rp13.000an per kilogram. Sementara beras premium yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp15.000 per kilogram turun menjadi sekitar Rp14.500 per kilogram di tingkat distributor meskipun penurunan tersebut belum sepenuhnya sampai ke tingkat pengecer.

Sekretaris Utama Bapanas Ito Hediarto nengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan beras di pasar pada dasarnya tersedia. Pemerintah akan terus mengawal agar penurunan harga di tingkat distributor dapat diteruskan hingga konsumen. "Kalau stoknya banyak, harganya bisa terkendali. Tidak fluktuasi,” kata Ito.

Sementara itu, Ito menjelaskan bahwa persoalan yang muncul pada sebagian ritel modern bukan disebabkan oleh kekurangan stok beras, melainkan pemerataan distribusi dari pusat distribusi atau distribution center (DC) menuju gerai.

Menurutnya, pasokan beras premium cukup melimpah di sentra dan pasar tradisional, dari Bulog juga telah sampai ke distributor center (DC). Tantangannya adalah memastikan distribusi dari DC menuju masing-masing gerai berjalan secara merata, sehingga tidak terjadi kondisi ketika satu gerai memiliki stok berlimpah sementara gerai lainnya mengalami keterbatasan.

“Beras aman. Medium, apalagi. Premium penyaluran distribusinya yang kita jaga ketat. Penyalurannya sampai ke DC, kita tinggal kawal dari DC ke retail-retail,” katanya.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE