ECONOMICS

Pekan Depan, Rupiah Diprediksi Masih Tertekan

Anggie Ariesta 25/10/2026 15:35 WIB

Laju penguatan indeks dolar AS yang dipadu dengan lonjakan harga minyak mentah menjadi kombinasi sentimen utama yang berpotensi menekan mata uang Garuda.

Pekan Depan, Rupiah Diprediksi Masih Tertekan

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan masih rentan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan pekan depan, rentang 26–30 Oktober 2026.

Laju penguatan indeks dolar AS yang dipadu dengan lonjakan harga minyak mentah menjadi kombinasi sentimen utama yang berpotensi menekan mata uang Garuda hingga menembus level Rp18.200 per dolar AS.

Analis mata uang dan komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut di pekan terakhir Oktober 2026 seiring ekspektasi penguatan indeks dolar AS menuju level 103,10.

“Kalau dilihat dari indeks dolar yang menguat, kemudian harga minyak mentah yang menguat, sehingga rupiah melemah dan kemungkinan pada minggu depan Rp 18.200 per dolar AS,” kata Ibrahim dalam risetnya, Minggu (25/10/2026).

Ibrahim memperkirakan indeks dolar AS bakal bergerak dinamis dalam rentang 100,90 hingga 103,10 pada pekan depan. 

Menurut pengamatannya, mata uang greenback tersebut masih memiliki ruang yang cukup terbuka untuk menguji batas atas rentang proyeksi tersebut.

“Artinya bahwa di minggu terakhir Oktober kemungkinan indeks dolar ini masih akan terus menguat menuju level 103,10,” tambah Ibrahim.

Mengutip data Bloomberg pada perdagangan Jumat (23/10/2026), kurs rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,11 persen secara harian ke posisi Rp18.080 per dolar AS. 

Jika dikalkulasi sepanjang pekan, nilai tukar rupiah spot tercatat terkoreksi 0,29 persen dari posisi Rp18.027 per dolar AS pada penutupan Jumat (16/10/2026) pekan sebelumnya.

Sementara itu, mengacu pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, mata uang Garuda ditutup melemah 0,12 persen secara harian di posisi Rp18.069 per dolar AS pada Jumat (23/10/2026). 

Dalam kurun sepekan, kurs Jisdor tercatat menyusut 0,9 persen dibandingkan posisi Jumat pekan lalu yang berada di level Rp18.052 per dolar AS.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE