Pasar Tak Bergejolak Usai Reshufle Menkeu, Suahasil Pastikan Arah Fiskal Berlanjut
Suahasil berupaya meredam potensi gejolak di pasar keuangan menyusul perombakan kabinet di pos Bendahara Negara.
IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru dilantik, Suahasil Nazara, berupaya meredam potensi gejolak di pasar keuangan menyusul perombakan kabinet di pos Bendahara Negara.
Ia menegaskan pergantian kepemimpinan ini bukan sinyal perubahan kebijakan yang drastis, melainkan wujud kesinambungan pengelolaan fiskal yang telah berjalan solid di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Reaksi pelaku pasar modal dan investor kerap diwarnai spekulasi akan ketidakpastian arah kebijakan setiap kali terjadi rotasi di kursi bendahara negara. Menanggapi dinamika tersebut, nakhoda baru Kemenkeu itu memastikan transisi kepemimpinan ini tidak akan mengganggu stabilitas sentimen pasar.
"Pasar punya logikanya sendiri, tapi menurut saya ini adalah kelanjutan dan bukan perubahan drastis karena saya selama ini berada di dalam Kementerian Keuangan untuk terus menjaga keuangan negara dengan lebih baik," ujar Suahasil selepas pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Suahasil yang menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa ini menekankan bahwa arah pengelolaan fiskal ke depan berpijak pada mandat langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menaruh perhatian besar pada daya tahan postur anggaran dalam menopang pelaksanaan agenda-agenda kerja strategis nasional.
Kepala negara secara eksplisit menginstruksikan agar disiplin anggaran tetap ditegakkan di tengah bergulirnya agenda strategis pemerintah. Kondisi kas negara yang bugar dipandang sebagai prasyarat mutlak agar program unggulan kabinet dapat terlaksana tanpa menimbulkan risiko fiskal berlebih.
"Arahan khusus dari Presiden adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, sehingga APBN harus sehat agar bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah," kata Suahasil.
Menurutnya, jajaran birokrasi di Kemenkeu yang selama ini telah bekerja keras akan mempertahankan ritme kerja dalam menavigasi dinamika perekonomian. Integritas data anggaran dan akuntabilitas menjadi fondasi penting untuk memastikan kebijakan fiskal berfungsi optimal.
Kepercayaan pelaku usaha domestik maupun global dinilai sangat bergantung pada transparansi dan konsistensi tata kelola anggaran. Desain instrumen fiskal ke depan disiapkan bukan sekadar sebagai alat penahan risiko eksternal, melainkan juga motor penggerak bagi ekspansi dunia usaha.
"APBN itu selain harus sehat juga harus kredibel dan dapat dipercaya, sehingga nantinya bisa menumbuhkan sekaligus betul-betul menstabilkan ekonomi Indonesia," tutur Suahasil. (Febrina Ratna Iskana)