ECONOMICS

Nelayan Masih Jadi Kelompok Paling Miskin, Zulhas Targetkan Nilai Tukar Naik ke 120

Iqbal Dwi Purnama 12/08/2026 17:45 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, kesejahteraan nelayan masih menjadi salah satu persoalan yang belum berhasil dituntaskan pemerintah.

Nelayan Masih Jadi Kelompok Paling Miskin, Zulhas Targetkan Nilai Tukar Naik ke 120. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, kesejahteraan nelayan masih menjadi salah satu persoalan yang belum berhasil dituntaskan pemerintah. Hal itu tercermin dari nilai tukar nelayan yang saat ini masih berada di level 103.

Zulhas mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan petani komoditas pangan, khususnya petani padi. Menurutnya, nilai tukar petani karbohidrat telah meningkat dari 116 menjadi 127. Sementara nilai tukar nelayan masih berada lebih rendah dari posisi tersebut. 

"Kalau petani karbohidrat padi, nilai tukar dari 116 sudah kita naik 127 sudah jauh. Tapi yang nelayan ukuran jelas, 103 masih," kata Zulkifli dalam pidatonya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan membuat kelompok tersebut membutuhkan dukungan pemerintah agar mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, termasuk pendidikan anak. "Nelayan itu masih 103. Dia kalau enggak dibantu beras, enggak dibantu dana cash, enggak bisa sekolah anaknya. Enggak bisa," ujarnya.

Karena itu, kata Zulhas, pemerintah akan memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor perikanan dalam kebijakan tahun ini. Pemerintah menargetkan nilai tukar nelayan dapat meningkat dari posisi 103 menuju 120.

"Saudara kita, sebangsa dan setanah air. Harus kita angkat. Itulah kebijakan Pak Prabowo tahun ini kita akan fokus nelayan dari 103, doakan mudah-mudahan kita bisa kejar sampai 120," katanya.

Dia menegaskan akan mengawal upaya peningkatan kesejahteraan nelayan tersebut sepanjang tahun ini hingga tahun depan. Sebab, persoalan nelayan bukan hanya menyangkut pendapatan, tetapi juga berkaitan dengan berbagai aturan dan keterbatasan kemampuan nelayan untuk menangkap ikan di wilayah laut yang lebih jauh.

Zulkifli juga menyinggung persoalan pencurian ikan yang merugikan Indonesia. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Menteri Kelautan dan Perikanan, potensi ikan Indonesia yang dicuri oleh negara lain mencapai lebih dari Rp200 triliun per tahun.

"Ikan kita menurut Menteri Kelautan Rp200 triliun lebih per tahun dicuri karena nelayan negara lain punya kemampuan, kapalnya besar," ujarnya.

(Dhera Arizona)

SHARE