ECONOMICS

KAI Minta INKA Pastikan Kualitas Kereta Dapat Diandalkan

Ari Sandita 16/10/2026 20:00 WIB

KAI meminta INKA memastikan kualitas dan keandalan kereta rel listrik (KRL) produksinya untuk menjamin kenyamanan pelanggan.

KAI meminta INKA memastikan kualitas dan keandalan kereta rel listrik (KRL) produksinya untuk menjamin kenyamanan pelanggan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meminta PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA memastikan kualitas dan keandalan rangkaian kereta rel listrik (KRL) produksinya. Hal ini menyusul masih adanya kendala teknis pada sejumlah rangkaian yang berdampak pada perjalanan pelanggan Commuter Line, terutama pada jam sibuk.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, setiap gangguan sarana harus ditangani secara menyeluruh melalui evaluasi teknis dan langkah perbaikan yang jelas. KAI juga meminta INKA memastikan setiap tindakan korektif mampu meningkatkan keandalan rangkaian saat kembali beroperasi.

"Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional," ujar Bobby melalui keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus diiringi tanggung jawab untuk menjaga kualitas produk yang digunakan dalam pelayanan publik. KAI terus memberikan dukungan teknis dan operasional dalam proses evaluasi, tetapi penyelesaian masalah tidak boleh berhenti pada pemeriksaan maupun perbaikan sementara.

"Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan," katanya.

Bobby menegaskan, hasil perbaikan harus terlihat dari performa rangkaian di lapangan. Menurutnya, keandalan sarana menjadi aspek penting karena gangguan pada satu rangkaian dapat memengaruhi perjalanan pelanggan lainnya, terutama ketika kebutuhan mobilitas masyarakat sedang tinggi.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan, tujuh trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap. Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026, sedangkan seluruh tujuh trainset kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026.

Setelah kembali beroperasi, KAI terus memantau kinerja rangkaian dan mencatat temuan teknis untuk ditindaklanjuti bersama INKA. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar evaluasi agar perbaikan yang dilakukan benar-benar berdampak pada keandalan sarana.

"Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan," ujar Anne.

Dia menambahkan, sepanjang Januari-September 2026, Commuter Line Jabodetabek telah melayani 270.891.261 pelanggan, meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 255.520.949 pelanggan. Besarnya jumlah pengguna tersebut membuat keandalan sarana menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan.

Dalam menghadapi gangguan, KAI melakukan pengaturan perjalanan dan penyesuaian operasional untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan. KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna yang terdampak serta akan terus mengawal penyelesaian temuan teknis bersama INKA.

"Ukuran akhirnya sederhana yaitu rangkaian harus andal saat digunakan melayani pelanggan. Karena itu, setiap catatan teknis harus selesai, setiap perbaikan harus terbukti hasilnya, dan layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga. KAI akan terus mengawal hal tersebut," tutur Anne.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE