ECONOMICS

Kadin Dukung Pemerintah Beri Insentif Industri Tekstil, Bantu Pengusaha Bertahan dari Tekanan Pasar

Rohman Wibowo 24/09/2026 18:05 WIB

Kebijakan stimulus tersebut dinilai krusial mengingat sektor manufaktur sandang membutuhkan bantalan likuiditas.

Kadin Dukung Pemerintah Beri Insentif Industri Tekstil, Bantu Pengusaha Bertahan dari Tekanan Pasar. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyambut positif rencana pemerintah yang tengah menyiapkan paket insentif fiskal, termasuk penyesuaian pajak untuk memperkuat daya tahan dan memacu pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.

Kebijakan stimulus tersebut dinilai krusial mengingat sektor manufaktur sandang membutuhkan bantalan likuiditas yang kuat untuk menjaga daya saing di tengah tingginya beban operasional harian. 

Intervensi negara lewat instrumen perpajakan dipandang menjadi katalis penting agar para pelaku usaha tidak hanya bertahan dari tekanan pasar, melainkan mampu berekspansi secara berkelanjutan.

"Kita ketahui industri tekstil itu sangat padat modal, padat biaya juga, sehingga pemerintah ingin memastikan bahwa bukan saja terus bertahan, tapi juga bisa berkembang," ujar Anindya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Anindya menekankan tekstil merupakan sektor strategis jangka panjang yang tetap wajib ditekuni karena pasarnya terus bergerak dinamis. Namun, dia menggarisbawahi pentingnya kejelian para pelaku industri dalam memetakan posisi tawar pada mata rantai pasok global. 

Di sisi lain, langkah modernisasi melalui adopsi teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) hingga sistem robotika harus segera diterapkan agar proses pabrikasi kian efisien dan kompetitif.

Selain pelonggaran beban lewat fasilitas perpajakan, Kadin turut menyoroti keterlibatan Danantara dalam menyokong permodalan ekosistem manufaktur tersebut. Masuknya instrumen investasi terpadu ini diyakini bakal memperkokoh struktur industri padat karya dari ancaman deindustrialisasi.

"Jadi kami sih mendukung dengan adanya insentif-insentif tersebut dan juga mendukung fakta bahwa Danantara ikut mengambil peran untuk membantu industri tekstil ini," kata Anindya.

Anindya menambahkan, penguatan industri TPT dan alas kaki memiliki nilai strategis berlipat ganda karena produk garmen hingga sepatu buatan Indonesia selama ini berstatus sebagai komoditas ekspor terbesar ke pasar Amerika Serikat. Dengan topangan insentif regulasi serta penyegaran teknologi, produk olahan sandang nasional diyakini kian siap memperluas penetrasi pasarnya ke kawasan Uni Eropa.

Adapun Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan industri TPT seiring sektor ini dinilai sebagai salah satu sektor strategis dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, yang sekaligus menyerap tenaga kerja, dan mengerek daya ekspor nasional sejauh ini. 

Dalam rapat dengan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Selasa (22/9/2026), Prabowo juga meminta kementerian terkait menggarap regulasi menyoal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas PKWT dan mengevaluasi penerapan PPN bagi industri tekstil dan pakaian jadi yang berorientasi ekspor.

Tak hanya itu, pemerintah menekankan soal harmonisasi tarif dari sektor hulu hingga hilir, kemudahan masuknya bahan baku, serta penertiban praktik impor yang mengganggu keberlangsungan industri TPT nasional.

(NIA DEVIYANA)

SHARE