Jaga Produksi Pangan, Kementan Genjot Luas Tambah Tanam Mulai November 2026 hingga Maret 2027
Kementan akan menyesuaikan kegiatan penanaman dengan perkembangan musim sepanjang November 2026.
IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot luas tambah tanam pada November 2026 hingga Maret 2027. Penambahan luas tanam ini rencananya dlakukan di Lampung dan Sumatera Selatan dengan memperhatikan kondisi iklim.
"Langkah tersebut untuk menjaga kesinambungan produksi pangan dengan menyesuaikan kegiatan penanaman terhadap ketersediaan air dan perubahan musim," kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa, Selasa (3/11/2026).
Dia menambahkan, Lampung dan Sumatera Selatan sebagai dua wilayah yang akan menjadi perhatian dalam pelaksanaan percepatan luas tanam tersebut. Peningkatan luas tanam tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi alam, terutama ketika perubahan iklim memengaruhi ketersediaan air bagi kegiatan pertanian.
Karena itu, lanjut dia, Kementan akan menyesuaikan kegiatan penanaman dengan perkembangan musim sepanjang November 2026 hingga Maret 2027, termasuk dengan mengajak kelompok pelaksana pertanian di lapangan.
"Oleh karenanya, bulan November sampai dengan Maret, saya mengundang teman-teman yang tergabung dalam brigade pangan, brigade milenial, untuk sama-sama meningkatkan luas tambah tanam," kata dia.
Selain mengoptimalkan waktu tanam, Saleh mengatakan pemerintah menaruh perhatian pada kesiapan sarana pengairan untuk mengantisipasi gangguan terhadap lahan pertanian ketika memasuki musim hujan.
"Kami akan melakukan intervensi pompa untuk mengantisipasi sawah yang banjir," katanya.
Dia melanjutkan, kesiapan pompa dan langkah pencegahan gagal panen turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto ketika menanyakan kesiapan Kementan menghadapi musim hujan.
Meski demikian, Saleh belum merinci target tambahan luas tanam nasional untuk periode November 2026 hingga Maret 2027, maupun jumlah pompa yang disiapkan khusus bagi Lampung dan Sumatera Selatan.
Kementan sebelumnya menetapkan target luas tanam padi nasional sepanjang 2026 sebesar 16,86 juta hektare, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 229 Tahun 2026.
Terkait luas tambah tanam, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung mencatat realisasi luas tambah tanam padi di Lampung selama Januari–Juli 2026 mencapai 439.660 hektare atau 78,59 persen dari target 559.403 hektare.
Untuk mempercepat penanaman, BRMP Lampung pada Oktober memperkuat koordinasi pencapaian target luas tambah tanam 2.500 hektare di Kota Metro, dengan dukungan pengaturan pembagian air pada lahan seluas 2.930 hektare.
Di Sumatera Selatan, BRMP mencatat realisasi luas tambah tanam Kabupaten Musi Rawas Utara pada September 2026 mencapai 15 hektare dari target 342 hektare akibat kendala kemarau panjang.
(Nur Ichsan Yuniarto)